Malam itu malam sabtu.
Saya dan delapan teman lainnya berkumpul di salah satu kedai kopi di sebuah pusat perbelanjaan.
Orang jaman sekarang menyebut moment berkumpul ini sebagai Quality Time.
Ya memang.
Ini waktu yang berkualitas untuk orang-orang kantoran dan bermobil seperti teman-teman saya ini.
Tidak termasuk saya, yang datang dengan naik angkutan umum.
Tapi kita sudah 3 tahun berteman.
Tak perlu datang pakai mobil jika ingin berkumpul seperti ini.
Toh mobil mereka masing-masing di parkir di basement.
Kami senang sekali berkumpul seperti ini. Tertawa.
Okay. Selesai prefix-nya.
Saya mulai cerita saja ya.
Salah satu teman saya angkat bicara.
Dia laki-laki dan semi gay. Mari sebut saja namanya Verry.
(Ya memang nama aslinya Verry. hahaha)
Verry: Bok, lu tau gak sih. Sekertaris gue orang Medan, umurnya udah 32. Pas umurnya 29, dia mau nikah sama orang non-Medan dan itu dilarang bokapnya bok. Kebayang ga sih loh?
Febri: Masa? Trus sampe sekarang dia belum nikah?
Verry: Belum. Gue kasian sama dia.
Maya: Ah bokapnya aja sono yang cariin calon buat anaknya. Tega banget dah umur segitu masih aja dilarang nikah karena gak satu suku. Hellooooo, masih jaman??
Hanna: Tau ih. Naudzubillahimindzalik dah.
Jasmine: Wah, lu bikin gue panik ah. Pacar gue orang Padang nih. Gue Makassar. Tapi semoga aja keluarganya gak seribet keluarga temen lu itu Ver..
Saya: Glek! (Mengunyah Glaze Donuts dan menelan ludah) Samaaa Jaaasss, gue lagi deket sama orang Padang nih, belum jadian. Gue ngerasa klop aja sama dia. Miris banget kali ya kalo dia gak di bolehin jadian sama orang non-Padang kayak kasus sekretarisnya Bang Verry.
Arief: Wah, beware aja lu, Dew! Biasanya emang gitu. Ceweknya juga mesti orang Padang.
Saya hampir-hampir menghabiskan 1 lusin donat yang ada di atas meja.
Saya mau mengguyur kepala saya dengan Cappucinno dingin yang sedang diminum Hanna.
Saya mau membeli kedai ini sekarang juga tapi bayarnya ngutang aja, bisa gak?
Eh, tunggu.
Khayalan ini begitu ekstrim.
Yang jelas, saya hanya tetap duduk di kursi empuk tanpa sandaran tersebut dan membalas ke Arief.
Saya: Hmm. Okay. Just wait and see.
------------------------------------------------------------------------------------------------
Malam ini malam sabtu.
Dan ini hampir satu bulan setelah Quality Time tersebut.
Saya melihat profil Jasmine di facebook.
Statusnya dari In relationship menjadi Single.
Saya kirim wall ke Jasmine.
"Kamu putus?"
Dia menjawab beberapa jam kemudian.
"Iya dew. Gue putus. Tar aja cari lagi, biar taaruf sekalian"
Saya hanya bisa berdoa yang terbaik buat Jasmine.
Dan berbisik di depan notebook ini:
Semoga mereka putus bukan karena perbedaan suku.
Aamin.
Showing posts with label bekerja. Show all posts
Showing posts with label bekerja. Show all posts
Sunday, August 28, 2011
Friday, August 26, 2011
Life, life, and life!
apa yang anda pikirkan saat semua rencana-rencana anda tidak berjalan dengan baik?
awalnya semua terlihat akan mulus dan lancar.
pekerjaan, pendidikan, perekonomian, kerohanian, juga kehidupan sosial.
kelima aspek tersebut awalnya mendapat nilai 8, skala 10.
mendekati sempurna.
namun, tiba-tiba krisis global mendera.
pekerjaan idaman yang selama ini di lakoni mendadak butuh reduce karyawan, dan anda salah satunya.
otomatis, kondisi perekonomian terganggu.
bagaimana dengan pendidikan?
jelas ikut runyam.
memang, anda mendapatkan beasiswa untuk program pascasarjana tersebut dari suatu instansi.
dan hey! anda jobless sekarang.
pasti berfikir bagaimana tiap malam ke kampus dengan status jobless?
dengan cara jalan kaki ke kampus?
apa kabar dengan tugas membuat paper yang terdiri dari puluhan lembar dan harus di jilid?
bagaimana dengan obsesi mendapatkan maxima cum laude?
atau menahan diri untuk menolak ajakan teman ke kantin saat breaktime?
nah, menolak ajakan teman tadipun menambah deretan faktor gagalnya mempertahankan nilai 8 pada aspek kehidupan anda.
yak, kehidupan sosial andapun terganggu.
jika, 4 aspek tersebut sudah carut-marut, acakadul, morat-marit terus bagaimana?
anda boleh stress, namun masih belum hilang ingatan kan?
anda punya Pencipta, anda tidak berdiri sendiri.
dan saat semua nilai anda 0 pun, Dia tidak meninggalkan anda.
di sinilah sisi kerohanian anda di pertanyakan.
anda dan saya boleh kok punya rencana-rencana hebat dalam hidup, namun jika Sang Maha Mengatur tidak mengizinkan bagaimana?
yuk, mari minta ke Sang Pencipta, mohon di permudahkan segala urusan keduniawian kita.
supaya nanti juga baik dalam urusan akhiratnya.
mohon di berikan yang terbaik untuk aspek-aspek kehidupan lainnya.
tidak perlu nilai 10 atau mendekati sempurna, namun segalanya lancar dan anda bisa enjoy.
Dia Sang Maha Pencipta, Maha Mengatur segalanya.
Subhanallah.
awalnya semua terlihat akan mulus dan lancar.
pekerjaan, pendidikan, perekonomian, kerohanian, juga kehidupan sosial.
kelima aspek tersebut awalnya mendapat nilai 8, skala 10.
mendekati sempurna.
namun, tiba-tiba krisis global mendera.
pekerjaan idaman yang selama ini di lakoni mendadak butuh reduce karyawan, dan anda salah satunya.
otomatis, kondisi perekonomian terganggu.
bagaimana dengan pendidikan?
jelas ikut runyam.
memang, anda mendapatkan beasiswa untuk program pascasarjana tersebut dari suatu instansi.
dan hey! anda jobless sekarang.
pasti berfikir bagaimana tiap malam ke kampus dengan status jobless?
dengan cara jalan kaki ke kampus?
apa kabar dengan tugas membuat paper yang terdiri dari puluhan lembar dan harus di jilid?
bagaimana dengan obsesi mendapatkan maxima cum laude?
atau menahan diri untuk menolak ajakan teman ke kantin saat breaktime?
nah, menolak ajakan teman tadipun menambah deretan faktor gagalnya mempertahankan nilai 8 pada aspek kehidupan anda.
yak, kehidupan sosial andapun terganggu.
jika, 4 aspek tersebut sudah carut-marut, acakadul, morat-marit terus bagaimana?
anda boleh stress, namun masih belum hilang ingatan kan?
anda punya Pencipta, anda tidak berdiri sendiri.
dan saat semua nilai anda 0 pun, Dia tidak meninggalkan anda.
di sinilah sisi kerohanian anda di pertanyakan.
anda dan saya boleh kok punya rencana-rencana hebat dalam hidup, namun jika Sang Maha Mengatur tidak mengizinkan bagaimana?
yuk, mari minta ke Sang Pencipta, mohon di permudahkan segala urusan keduniawian kita.
supaya nanti juga baik dalam urusan akhiratnya.
mohon di berikan yang terbaik untuk aspek-aspek kehidupan lainnya.
tidak perlu nilai 10 atau mendekati sempurna, namun segalanya lancar dan anda bisa enjoy.
Dia Sang Maha Pencipta, Maha Mengatur segalanya.
Subhanallah.
Labels:
alhamdulillah,
bekerja,
belajar,
dzikir,
hidup dan mati,
persahabatan,
shalat,
sujud syukur,
tenang
Saturday, January 09, 2010
dunia ini terlalu indah untuk saya =D
dunia terlalu indah jika saya bicara tentang sialnya saya yang berturutan.
dunia terlalu indah untuk menyimpan senyum saya saat melihat anak-anak kecil tetangga yang bermain di depan rumah.
dunia masih terlalu indah jika saya menangis malam nanti karena memikirkan gagalnya kisah cinta dengan dia.
dunia terlalu indah untuk menahan lepasnya tertawa saya ini sehingga menunjukkan barisan gigi kelinci saya ini.
dunia masih juga indah dengan tidak adanya siapapun yang membantu saya tentang persoalan gagalnya bercinta.
dunia masih terlalu indah jika saya memutuskan untuk masuk ke dalam kisah cinta sang pangeran negeri seberang dengan permaisurinya. ya, sang pangeran inginkan saya. saya tau itu.
ah, cinta lagi cinta lagi.
saya payah dengan 5 huruf yang bersatu itu.
dunia terlalu indah jika saya lebih memilih untuk melupakan risaunya pekerjaan, lelahnya belajar.
dunia masih terlalu indah untuk saya habiskan berdiam diri tanpa suatu perubahan apapun.
dunia terlalu indah jika saya mengabaikan apa yang ada di hadapan saya saat ini.
saya tidak akan berhenti, ataupun berdiam, apalagi menangis mengiba.
karena dunia terlalu indah.
oooohhhhhhh. i love this world so much.
Subhanallah.
dunia indah.
dunia terlalu indah.
dunia juga masih indah saat saya menulis ini.
dunia terlalu indah untuk menyimpan senyum saya saat melihat anak-anak kecil tetangga yang bermain di depan rumah.
dunia masih terlalu indah jika saya menangis malam nanti karena memikirkan gagalnya kisah cinta dengan dia.
dunia terlalu indah untuk menahan lepasnya tertawa saya ini sehingga menunjukkan barisan gigi kelinci saya ini.
dunia masih juga indah dengan tidak adanya siapapun yang membantu saya tentang persoalan gagalnya bercinta.
dunia masih terlalu indah jika saya memutuskan untuk masuk ke dalam kisah cinta sang pangeran negeri seberang dengan permaisurinya. ya, sang pangeran inginkan saya. saya tau itu.
ah, cinta lagi cinta lagi.
saya payah dengan 5 huruf yang bersatu itu.
dunia terlalu indah jika saya lebih memilih untuk melupakan risaunya pekerjaan, lelahnya belajar.
dunia masih terlalu indah untuk saya habiskan berdiam diri tanpa suatu perubahan apapun.
dunia terlalu indah jika saya mengabaikan apa yang ada di hadapan saya saat ini.
saya tidak akan berhenti, ataupun berdiam, apalagi menangis mengiba.
karena dunia terlalu indah.
oooohhhhhhh. i love this world so much.
Subhanallah.
dunia indah.
dunia terlalu indah.
dunia juga masih indah saat saya menulis ini.
Labels:
ah,
amazing,
anak tetangga,
beautiful,
bekerja,
belajar,
cinta,
confession,
curhat colongan,
dunia,
facebook,
gigi kelinci,
indah,
indonesia,
jatuh cinta,
lia dewi,
menangis,
teman,
tertawa
Subscribe to:
Posts (Atom)
