Sayang, kamu tau gak?
Kamu selalu masuk di daftar doa-doaku tiap selesai sholat.
5 kali dalam 1 hari.
Terkadang bonus jadi 9 kali atau lebih.
Itu kalau aku sedang rajin sholat sunnah rawatib, dhuha, dan tahajjud.
Memang sih, kamu masuk di deretan paling akhir.
Karena urutan doanya itu buat:
1. Aku
2. Kedua orang tuaku
3. Umat muslimin dan muslimat di luar sana
4. Kamu
Sayang, kamu tau gak?
Mau tidurpun aku kadang suka doa buat kamu.
Biar kamu di sana sehat dan baik-baik saja.
Sayang, sudah dulu ya..
Mau tidur nih. Mau doa juga buat kamu.
Supaya di jodohin sama aku.
Aamin Yaa Robbal Alamin.
Showing posts with label shalat. Show all posts
Showing posts with label shalat. Show all posts
Sunday, August 28, 2011
Friday, August 26, 2011
Life, life, and life!
apa yang anda pikirkan saat semua rencana-rencana anda tidak berjalan dengan baik?
awalnya semua terlihat akan mulus dan lancar.
pekerjaan, pendidikan, perekonomian, kerohanian, juga kehidupan sosial.
kelima aspek tersebut awalnya mendapat nilai 8, skala 10.
mendekati sempurna.
namun, tiba-tiba krisis global mendera.
pekerjaan idaman yang selama ini di lakoni mendadak butuh reduce karyawan, dan anda salah satunya.
otomatis, kondisi perekonomian terganggu.
bagaimana dengan pendidikan?
jelas ikut runyam.
memang, anda mendapatkan beasiswa untuk program pascasarjana tersebut dari suatu instansi.
dan hey! anda jobless sekarang.
pasti berfikir bagaimana tiap malam ke kampus dengan status jobless?
dengan cara jalan kaki ke kampus?
apa kabar dengan tugas membuat paper yang terdiri dari puluhan lembar dan harus di jilid?
bagaimana dengan obsesi mendapatkan maxima cum laude?
atau menahan diri untuk menolak ajakan teman ke kantin saat breaktime?
nah, menolak ajakan teman tadipun menambah deretan faktor gagalnya mempertahankan nilai 8 pada aspek kehidupan anda.
yak, kehidupan sosial andapun terganggu.
jika, 4 aspek tersebut sudah carut-marut, acakadul, morat-marit terus bagaimana?
anda boleh stress, namun masih belum hilang ingatan kan?
anda punya Pencipta, anda tidak berdiri sendiri.
dan saat semua nilai anda 0 pun, Dia tidak meninggalkan anda.
di sinilah sisi kerohanian anda di pertanyakan.
anda dan saya boleh kok punya rencana-rencana hebat dalam hidup, namun jika Sang Maha Mengatur tidak mengizinkan bagaimana?
yuk, mari minta ke Sang Pencipta, mohon di permudahkan segala urusan keduniawian kita.
supaya nanti juga baik dalam urusan akhiratnya.
mohon di berikan yang terbaik untuk aspek-aspek kehidupan lainnya.
tidak perlu nilai 10 atau mendekati sempurna, namun segalanya lancar dan anda bisa enjoy.
Dia Sang Maha Pencipta, Maha Mengatur segalanya.
Subhanallah.
awalnya semua terlihat akan mulus dan lancar.
pekerjaan, pendidikan, perekonomian, kerohanian, juga kehidupan sosial.
kelima aspek tersebut awalnya mendapat nilai 8, skala 10.
mendekati sempurna.
namun, tiba-tiba krisis global mendera.
pekerjaan idaman yang selama ini di lakoni mendadak butuh reduce karyawan, dan anda salah satunya.
otomatis, kondisi perekonomian terganggu.
bagaimana dengan pendidikan?
jelas ikut runyam.
memang, anda mendapatkan beasiswa untuk program pascasarjana tersebut dari suatu instansi.
dan hey! anda jobless sekarang.
pasti berfikir bagaimana tiap malam ke kampus dengan status jobless?
dengan cara jalan kaki ke kampus?
apa kabar dengan tugas membuat paper yang terdiri dari puluhan lembar dan harus di jilid?
bagaimana dengan obsesi mendapatkan maxima cum laude?
atau menahan diri untuk menolak ajakan teman ke kantin saat breaktime?
nah, menolak ajakan teman tadipun menambah deretan faktor gagalnya mempertahankan nilai 8 pada aspek kehidupan anda.
yak, kehidupan sosial andapun terganggu.
jika, 4 aspek tersebut sudah carut-marut, acakadul, morat-marit terus bagaimana?
anda boleh stress, namun masih belum hilang ingatan kan?
anda punya Pencipta, anda tidak berdiri sendiri.
dan saat semua nilai anda 0 pun, Dia tidak meninggalkan anda.
di sinilah sisi kerohanian anda di pertanyakan.
anda dan saya boleh kok punya rencana-rencana hebat dalam hidup, namun jika Sang Maha Mengatur tidak mengizinkan bagaimana?
yuk, mari minta ke Sang Pencipta, mohon di permudahkan segala urusan keduniawian kita.
supaya nanti juga baik dalam urusan akhiratnya.
mohon di berikan yang terbaik untuk aspek-aspek kehidupan lainnya.
tidak perlu nilai 10 atau mendekati sempurna, namun segalanya lancar dan anda bisa enjoy.
Dia Sang Maha Pencipta, Maha Mengatur segalanya.
Subhanallah.
Labels:
alhamdulillah,
bekerja,
belajar,
dzikir,
hidup dan mati,
persahabatan,
shalat,
sujud syukur,
tenang
Monday, July 25, 2011
3 Jam Sebelum Subuh
Saya nggak tau kenapa saya selalu terbangun sekitar 3 jam sebelum subuh.
Seperti biasanya, otomatis kaki saya beranjak dari tempat tidur dan berangkat ke kamar mandi. Ambil wudhu.
Nah, rutinitas setelah shalat tahajjud ini yang agak berbeda.
Rasanya suliiiit sekali memejamkan mata.
Jadinya saya mengambil telepon genggam yang tergeletak dalam keadaan non aktif di atas meja dan menyalakannya.
Saya membaca kembali deretan huruf-huruf yang ada dalam percakapan pada short message system antara saya dan kamu.
Masih saja nggak bisa lanjut tidur dan ini sudah 2 jam sebelum subuh.
Saya menekan tombol log. Saya melihat begitu saja durasi-durasi panggilan masuk dari kamu.
62 mins 20 secs.
28 mins 5 secs.
0 mins 39 secs.
Yak. Hanya di lihat saja. Gila bukan?
Kamu tau? Rutinitas aneh dalam 3 jam sebelum subuh ini terjadi sejak kamu rajin mengirim pesan ke saya tiap waktu.
Kamu tau? Sebenarnya saya tersiksa. Di jam kerja nanti pasti saya mengantuk dan mengutuk-ngutuk kamu.
Kamu tau? Saya kan punya 24 jam dalam 1 hari. Dan secara normal, saya hanya memberi waktu untuk memikirkan pacar-pacar saya 8 jam di saat terjaga.
Dan kamu tau nggak?
Kamu bukan pacar saya namun kamu mengambil 16 jam saya di waktu terjaga.
Ini? Sekarang? Kebiasaan baru yang menyebalkan di 3 jam sebelum subuh.
Itu artinya kamu ambil lagi beberapa jam di 8 jam waktu tidur saya.
Entah harus apa. Benci atau malah senang atas semua ini.
Yang jelas, kamu. Punya tempat dan jam khusus di 3 jam sebelum subuh.
Seperti biasanya, otomatis kaki saya beranjak dari tempat tidur dan berangkat ke kamar mandi. Ambil wudhu.
Nah, rutinitas setelah shalat tahajjud ini yang agak berbeda.
Rasanya suliiiit sekali memejamkan mata.
Jadinya saya mengambil telepon genggam yang tergeletak dalam keadaan non aktif di atas meja dan menyalakannya.
Saya membaca kembali deretan huruf-huruf yang ada dalam percakapan pada short message system antara saya dan kamu.
Masih saja nggak bisa lanjut tidur dan ini sudah 2 jam sebelum subuh.
Saya menekan tombol log. Saya melihat begitu saja durasi-durasi panggilan masuk dari kamu.
62 mins 20 secs.
28 mins 5 secs.
0 mins 39 secs.
Yak. Hanya di lihat saja. Gila bukan?
Kamu tau? Rutinitas aneh dalam 3 jam sebelum subuh ini terjadi sejak kamu rajin mengirim pesan ke saya tiap waktu.
Kamu tau? Sebenarnya saya tersiksa. Di jam kerja nanti pasti saya mengantuk dan mengutuk-ngutuk kamu.
Kamu tau? Saya kan punya 24 jam dalam 1 hari. Dan secara normal, saya hanya memberi waktu untuk memikirkan pacar-pacar saya 8 jam di saat terjaga.
Dan kamu tau nggak?
Kamu bukan pacar saya namun kamu mengambil 16 jam saya di waktu terjaga.
Ini? Sekarang? Kebiasaan baru yang menyebalkan di 3 jam sebelum subuh.
Itu artinya kamu ambil lagi beberapa jam di 8 jam waktu tidur saya.
Entah harus apa. Benci atau malah senang atas semua ini.
Yang jelas, kamu. Punya tempat dan jam khusus di 3 jam sebelum subuh.
Published with Blogger-droid v1.7.2
Labels:
kamu,
love,
persahabatan,
relationship,
shalat,
subuh,
tahajjud
Subscribe to:
Posts (Atom)
