Showing posts with label teman. Show all posts
Showing posts with label teman. Show all posts
Saturday, November 09, 2013
Tips makan sendirian di luar rumah
Belakangan ini kan banyak banget yah financial consultant yang muncul dan masuk ke dunia anak muda. Kenapa target mereka anak muda sih?
Karena, anak muda itu seneng banget ngabisin duit. Hahaha.
Dan sejauh penelitian gue, financial consulting itu nyaranin lo buat punya budget uang jajan mingguan. Jadi uang cash lo tarik dari ATM di hari senin. Bukan minggu apalagi sabtu. Tujuannya apa? Supaya kalo lo berencana main / jalan / makan di weekend, lo bisa maintain dari cash di dompet lo sejak awal minggu. Puasa puasa deh lo dari senin sampe jumat biar weekend nya bisa makan enak.
Tapi saran ini kurang efektif buat gue. Soalnya gue jarang main ke mall atau makan di luar rumah. Weekend gue mah gratisan, di rumah aja. Kalo nggak nonton dvd palingan baca buku. Yah kalo keluar rumah cuma lari pagi doang sama temen-temen.
Jadi, gue itu amat sangat bergantung sama yang namanya kartu ATM. Mr. Bean mah nyebutnya My Flexible Friend, karena kartunya bisa jadi alat pengoles butter di atas roti tawarnya. Hohoho.
Gue pemuja debit. Jajan yogurt sebotol di minimarket aja gue pake kartu prabayar. Dan kalo kepaksa makan di luar, gue secermat mungkin nyari tempat makan yang bisa pake kartu debit.
I don't like cash money. It was just made me lost the sober.
Makanya, keborosan gue itu gue rem dengan cara bawa uang maksimal 100 ribu aja di dompet.
Dan itu emang berguna banget buat gue. Sebulan gue cuma ambil uang cash sekali di ATM buat beli bensin, isi ulang kartu commuter line, naik kopaja, bayar parkir, belanja ke pasar. Selain itu, bye cash!
Irit atau makin boros? Kalo gue, cara begini lebih hemat 80% ketimbang punya cash di dompet.
Nah, jeleknya, lo seakan siapin tali buat gantung diri kalo aja kartu ATM lo ketinggalan.
Gue pernah. Sengaja makan sendirian di tempat agak mahal. Menunya? Jelas mahal. Olahan daging.
Pas mesen, giraaaaang banget bakal makan makanan enak. Pas makan, ada rasa yg aneh. Pas selesai dan mau bayar, ternyata ATM gue ketinggalan di rumah. Uang cash cuma 80 ribuan. Kurang.
Oke, thanks.
What to do? Telpon temen yg rumahnya sekitar situ dan ternyata dia lagi nonton di bioskop dan filmnya baru aja mulai.
Mampus. Makanan mau lo bayar pake apa hah? Transfer via mobile banking ke rekening karyawan situ? Mungkin aja. Tapi tengsinnya mak!!!!
Lo ganti sama pulsa? Mati aje lo.
Ternyata temen lo tadi minta tolong ke temennya yg lain buat nyamperin gue dan minjemin uang cash. Hahaha. Syukurlah.
Jadi, terinspirasi dari kebodohan gue makan sendirian di luar rumah itu, tersusunlah tips and tricks makan sendirian berikut:
Tips and tricks makan sendirian:
1. Makan di resto mahal? Sendirian pula? Lo harus mastiin lo bawa uang / kartu atm / kartu kredit. Kalo nggak ada 3 3 nya, die aja!
2. Coba tempat makan keren dan baru. Jadi kalo suatu saat temen2 lo ngajakin makan bareng dan diskusi mau makan dimana, lo bisa kasi rekomendasi tempat makan yg oke.
3. Makan menu yg sebelumnya lo belum pernah. Lebih beragam jenis makanan yang lo makan, lebih berkualitas food experience lo.
4. Karena lo sendirian, lo kan gak tau mesti ngobrol sama siapa. Nah, foto aja dulu makanan yg lo pesen trus posting di path atau instagram. Mungkin aja temen lo ngiler dan nyusul. Syukur2 naluri boss nya keluar dan nraktir lo. Hahaha
5. Enjoy your food!
Saturday, September 10, 2011
Ternyata memang perbedaan suku, Bung!
Tadi malam itu malam sabtu.
"Dew, kamu itu lengkap. Kamu cuma kurang satu buat aku: Kamu bukan orang Minang.."
Mak Jlebb!
Tau belati tumpul? Nah rasanya seperti di sayat-sayat pakai itu. Perih.
Sunday, August 28, 2011
DO YOU KNOW THAT I CAN'T SWIM? #2
If I got this right, you want to take us to Sambolo beach?
Near from Anyer, right?
Hey hey, wait a second.
"I can't swim. I've told you."
And you says "But you ever went to Tidung Island, right? And you have snorkeling.."
Aaaahhh. Up to you!
Do you see that our friends are agree with your suggestion?
I just can say: Idem.
Anywhere. Being with you, I think it's always okay.
Near from Anyer, right?
Hey hey, wait a second.
"I can't swim. I've told you."
And you says "But you ever went to Tidung Island, right? And you have snorkeling.."
Aaaahhh. Up to you!
Do you see that our friends are agree with your suggestion?
I just can say: Idem.
Anywhere. Being with you, I think it's always okay.
Labels:
luctor et emergo,
sahabat,
swim,
teman
Ada masalah dengan perbedaan suku, Bung?
Malam itu malam sabtu.
Saya dan delapan teman lainnya berkumpul di salah satu kedai kopi di sebuah pusat perbelanjaan.
Orang jaman sekarang menyebut moment berkumpul ini sebagai Quality Time.
Ya memang.
Ini waktu yang berkualitas untuk orang-orang kantoran dan bermobil seperti teman-teman saya ini.
Tidak termasuk saya, yang datang dengan naik angkutan umum.
Tapi kita sudah 3 tahun berteman.
Tak perlu datang pakai mobil jika ingin berkumpul seperti ini.
Toh mobil mereka masing-masing di parkir di basement.
Kami senang sekali berkumpul seperti ini. Tertawa.
Okay. Selesai prefix-nya.
Saya mulai cerita saja ya.
Salah satu teman saya angkat bicara.
Dia laki-laki dan semi gay. Mari sebut saja namanya Verry.
(Ya memang nama aslinya Verry. hahaha)
Verry: Bok, lu tau gak sih. Sekertaris gue orang Medan, umurnya udah 32. Pas umurnya 29, dia mau nikah sama orang non-Medan dan itu dilarang bokapnya bok. Kebayang ga sih loh?
Febri: Masa? Trus sampe sekarang dia belum nikah?
Verry: Belum. Gue kasian sama dia.
Maya: Ah bokapnya aja sono yang cariin calon buat anaknya. Tega banget dah umur segitu masih aja dilarang nikah karena gak satu suku. Hellooooo, masih jaman??
Hanna: Tau ih. Naudzubillahimindzalik dah.
Jasmine: Wah, lu bikin gue panik ah. Pacar gue orang Padang nih. Gue Makassar. Tapi semoga aja keluarganya gak seribet keluarga temen lu itu Ver..
Saya: Glek! (Mengunyah Glaze Donuts dan menelan ludah) Samaaa Jaaasss, gue lagi deket sama orang Padang nih, belum jadian. Gue ngerasa klop aja sama dia. Miris banget kali ya kalo dia gak di bolehin jadian sama orang non-Padang kayak kasus sekretarisnya Bang Verry.
Arief: Wah, beware aja lu, Dew! Biasanya emang gitu. Ceweknya juga mesti orang Padang.
Saya hampir-hampir menghabiskan 1 lusin donat yang ada di atas meja.
Saya mau mengguyur kepala saya dengan Cappucinno dingin yang sedang diminum Hanna.
Saya mau membeli kedai ini sekarang juga tapi bayarnya ngutang aja, bisa gak?
Eh, tunggu.
Khayalan ini begitu ekstrim.
Yang jelas, saya hanya tetap duduk di kursi empuk tanpa sandaran tersebut dan membalas ke Arief.
Saya: Hmm. Okay. Just wait and see.
------------------------------------------------------------------------------------------------
Malam ini malam sabtu.
Dan ini hampir satu bulan setelah Quality Time tersebut.
Saya melihat profil Jasmine di facebook.
Statusnya dari In relationship menjadi Single.
Saya kirim wall ke Jasmine.
"Kamu putus?"
Dia menjawab beberapa jam kemudian.
"Iya dew. Gue putus. Tar aja cari lagi, biar taaruf sekalian"
Saya hanya bisa berdoa yang terbaik buat Jasmine.
Dan berbisik di depan notebook ini:
Semoga mereka putus bukan karena perbedaan suku.
Aamin.
Saya dan delapan teman lainnya berkumpul di salah satu kedai kopi di sebuah pusat perbelanjaan.
Orang jaman sekarang menyebut moment berkumpul ini sebagai Quality Time.
Ya memang.
Ini waktu yang berkualitas untuk orang-orang kantoran dan bermobil seperti teman-teman saya ini.
Tidak termasuk saya, yang datang dengan naik angkutan umum.
Tapi kita sudah 3 tahun berteman.
Tak perlu datang pakai mobil jika ingin berkumpul seperti ini.
Toh mobil mereka masing-masing di parkir di basement.
Kami senang sekali berkumpul seperti ini. Tertawa.
Okay. Selesai prefix-nya.
Saya mulai cerita saja ya.
Salah satu teman saya angkat bicara.
Dia laki-laki dan semi gay. Mari sebut saja namanya Verry.
(Ya memang nama aslinya Verry. hahaha)
Verry: Bok, lu tau gak sih. Sekertaris gue orang Medan, umurnya udah 32. Pas umurnya 29, dia mau nikah sama orang non-Medan dan itu dilarang bokapnya bok. Kebayang ga sih loh?
Febri: Masa? Trus sampe sekarang dia belum nikah?
Verry: Belum. Gue kasian sama dia.
Maya: Ah bokapnya aja sono yang cariin calon buat anaknya. Tega banget dah umur segitu masih aja dilarang nikah karena gak satu suku. Hellooooo, masih jaman??
Hanna: Tau ih. Naudzubillahimindzalik dah.
Jasmine: Wah, lu bikin gue panik ah. Pacar gue orang Padang nih. Gue Makassar. Tapi semoga aja keluarganya gak seribet keluarga temen lu itu Ver..
Saya: Glek! (Mengunyah Glaze Donuts dan menelan ludah) Samaaa Jaaasss, gue lagi deket sama orang Padang nih, belum jadian. Gue ngerasa klop aja sama dia. Miris banget kali ya kalo dia gak di bolehin jadian sama orang non-Padang kayak kasus sekretarisnya Bang Verry.
Arief: Wah, beware aja lu, Dew! Biasanya emang gitu. Ceweknya juga mesti orang Padang.
Saya hampir-hampir menghabiskan 1 lusin donat yang ada di atas meja.
Saya mau mengguyur kepala saya dengan Cappucinno dingin yang sedang diminum Hanna.
Saya mau membeli kedai ini sekarang juga tapi bayarnya ngutang aja, bisa gak?
Eh, tunggu.
Khayalan ini begitu ekstrim.
Yang jelas, saya hanya tetap duduk di kursi empuk tanpa sandaran tersebut dan membalas ke Arief.
Saya: Hmm. Okay. Just wait and see.
------------------------------------------------------------------------------------------------
Malam ini malam sabtu.
Dan ini hampir satu bulan setelah Quality Time tersebut.
Saya melihat profil Jasmine di facebook.
Statusnya dari In relationship menjadi Single.
Saya kirim wall ke Jasmine.
"Kamu putus?"
Dia menjawab beberapa jam kemudian.
"Iya dew. Gue putus. Tar aja cari lagi, biar taaruf sekalian"
Saya hanya bisa berdoa yang terbaik buat Jasmine.
Dan berbisik di depan notebook ini:
Semoga mereka putus bukan karena perbedaan suku.
Aamin.
DO YOU KNOW THAT I CAN'T SWIM?
It's been a many years.
You and I were perfect.
We were friend.
We were a classmate.
We were smart and come for competition.
You came to me and said that you adore me.
I came with my innocent face.
"Are you insane?" I said.
"We are friend. Instead a best friend, you know!"
But now, after many years.
You come to me as a stranger.
We are not friend anymore.
We are not a classmate.
You are imperfect.
You are still pretty smart, but I don't.
And I am not your competitor anymore.
I know that you are a good swimmer.
Anyway, do you know that I can't swim?
I try so hard to reach the beach.
Luctor et emergo. I am struggling so I am not drowning.
Today, I swear that you were insane.
So do I.
Because, I swear I also adore you.
You and your imperfection.
Yes you.
You and I were perfect.
We were friend.
We were a classmate.
We were smart and come for competition.
You came to me and said that you adore me.
I came with my innocent face.
"Are you insane?" I said.
"We are friend. Instead a best friend, you know!"
But now, after many years.
You come to me as a stranger.
We are not friend anymore.
We are not a classmate.
You are imperfect.
You are still pretty smart, but I don't.
And I am not your competitor anymore.
I know that you are a good swimmer.
Anyway, do you know that I can't swim?
I try so hard to reach the beach.
Luctor et emergo. I am struggling so I am not drowning.
Today, I swear that you were insane.
So do I.
Because, I swear I also adore you.
You and your imperfection.
Yes you.
Friday, August 05, 2011
Rock and Roll vs Kondisi perekonomian yang nyaman
Saya pernah di tanya ibu saya. "Dew,hidupmu berorientasi pada apa?" Saya gak bisa langsung menjawab ternyata. Namun beberapa detik kemudian saya bilang begini ke ibu "Yang jelas bukan uang bu." Ibu tersenyum.
Teman-teman saya menyebut saya sangat berjiwa rock and roll sekali. Kenapa? Karena saya terlalu santai dalam keadaan apapun termasuk saat gak punya uang.
Saya juga termasuk orang yang easy going. Di ajak kemanapun hayu, gak peduli dengan kondisi kantong atau saldo rekening.
Satu contoh, beberapa saat lalu saat menonton sebuah konser bertaraf internasional dan tiket memang sudah di beli dari jauh jauh hari. Dan naasnya, saat hari H saya gak punya uang melebihi dua ribu rupiah pun. Sebelumnya memang sudah di buat patungan beli bensin mobil teman. Nah! Saat itu saya perempuan sendiri dan sama saja dengan teman teman yg berjenis laki-laki. Kita semua gak punya uang. Dan kita enjoy. Hahaha.
Itu cerita dulu. Meski merasa enjoy namun tetap saja di hantui rasa tidak aman.
Sayapun pernah berada dalam satu moment dimana saya merasa benar-benar gak safety jika gak punya uang. Kemana saja saya saat itu?
Sekarang, saya berada dalam kondisi keuangan yang sangat nyaman. Dan ini memang benar-benar nyaman.
Saya sadar. Jadi rock and roll gak mesti harus miskin.
Teman-teman saya menyebut saya sangat berjiwa rock and roll sekali. Kenapa? Karena saya terlalu santai dalam keadaan apapun termasuk saat gak punya uang.
Saya juga termasuk orang yang easy going. Di ajak kemanapun hayu, gak peduli dengan kondisi kantong atau saldo rekening.
Satu contoh, beberapa saat lalu saat menonton sebuah konser bertaraf internasional dan tiket memang sudah di beli dari jauh jauh hari. Dan naasnya, saat hari H saya gak punya uang melebihi dua ribu rupiah pun. Sebelumnya memang sudah di buat patungan beli bensin mobil teman. Nah! Saat itu saya perempuan sendiri dan sama saja dengan teman teman yg berjenis laki-laki. Kita semua gak punya uang. Dan kita enjoy. Hahaha.
Itu cerita dulu. Meski merasa enjoy namun tetap saja di hantui rasa tidak aman.
Sayapun pernah berada dalam satu moment dimana saya merasa benar-benar gak safety jika gak punya uang. Kemana saja saya saat itu?
Sekarang, saya berada dalam kondisi keuangan yang sangat nyaman. Dan ini memang benar-benar nyaman.
Saya sadar. Jadi rock and roll gak mesti harus miskin.
Published with Blogger-droid v1.7.4
Labels:
friendship,
konser,
lia dewi,
rekening,
rock and roll,
teman,
tenang
Thursday, November 18, 2010
kita itu berharga, mereka yang buta
sekarang hampir jam 8 malam, di kamar sempit serba pink ini..
gadis sebaya dengan saya berdiri di depan lemari sambil memegang tripod kecil kuning dan kamera lomo infra merah yang baru saya beli 3 bulan lalu.
saya baru datang dari solat berjamaah di mushola depan rumah dan kaget kenapa ada dia di dalam kamar saya.
gadis ini teman saya, meski bukan teman akrab, dan entah kenapa dia menangis. katanya mau curhat.
okay, saya lepas mukena, menguncir kuda rambut saya, menyalakan kipas angin dan duduk di atas kasur berselimut kain tipis motif leopard.
saya: ayo neng, sok atuh di caritakeun
dia: maaf ya dew, gue ngerepotin, gak tau kenapa yg ada di kepala gue cm elu, gue mesti curhat ke elu
saya: take it easy gurl. buruaaaaann, gue keburu ngantuk nii
dia: gue skrg emg gak punya pacar dew, tapi ada 1 cowok yg ngajak gue married ni. katanya dia mau serius sama gue ni. yaaaahh lumayan alim si kata gue, gue mau sm dia. kerjaannya mapan. keliatannya emg serius.
saya: langsung ke pokok masalah dong mbak. eh bentar yee, gue ke bawah dlu ambilin lu minum. mau apa? sirup apel aja yak. sepupu gue br balik dr Malang. masi fresh jadinya. hihi
saya turun sambil membuatkan dia segelas sirup apel dan menyuguhkan beberapa potong pisang goreng.
saya: silakan di cicip mbak yuuu
dia: thanks dew, oke, gue lanjut yah.
saya: iye iye (jawab saya seraya melipat-lipat papercraft harimau yang baru saya cetak tadi siang)
dia: ini tu pertama kalinya gue serius sm seseorang. malam minggu kemarin, dia bilang mau ke rumah. okay lah gue prepare. dia bilang, dia mau ketemu dan ngobrol sm bokap gue. uuhh, gue seneng bgt dew..
saya (agak gak sabar denger cerita si neng): sooooo, ayo lah intinya aja
dia: yampun dew, yg curhat kan gue., lu kenapa si? apa gak mau dengerin gue?
saya: mau. mau kok. gue malah penasaran sm cerita lu jeng. hehe
dia: makanya lu sabar. tau gak si dew?
saya: gak tau, kan kita baru ketemu ini doang setelah 1 taunan. haha
dia: aah bercanda ae lu
saya: ampun ampun. hehe
dia: dia ternyata gak dateng dan gak kasih kabar. gue hampir mati nungguin dia malem itu. bokap gue agak kecewa. mana nanya mulu dia mana. gue gak tau dew dia kenapa dan kemana. gue cm nangis aja di kamar sampe pagi. bokap jadi sedih lah..
saya: masyaallah. tega bgt tu cowok. siapa si dia? gue kenal gak?
dia: parahnya, lu kenal dew. dia temen SMP kita. dulu dia pernah nembak lu kalo gak salah, tapi lu tolak.
saya: siapaaaa?
dia: *menyebut sebuah nama*
saya: haha. diaaaa... trus kenapa tadi lu nangis? (papercraft harimau tadi gagal terbentuk, kok malah lebih mirip burung perkutut yah ketimbang macan tutul?)
dia: gue mikir. kenapa gue di giniin yah? gue seminggu ini introspeksi diri salah gue apa sama dia. apa ini balesan tuhan atas semua kelakuan gue yg suka nyakitin cowok??
saya: hmm, i don't know exactly. *hoam* saya menguap.
dia: apa gue gak seberharga itu ya dew, sampe gue di giniin.
saya: (dang! bagai di pukul pake sendok) *asem, sedih bgt gue denger dia nyebutin kalimat terakhir ini*
dia: gue sekarang boleh nangis ya dew.. (sambil meluk"bantal gue)
saya beri dia tisu gulung dan menyesali: yah nyuci sarung bantal sebantal-bantalnya niiii..
mungkin sudah agak lega dia bercerita ke saya tentang calonnya yang mengecewakan itu, meski saya tidak memberinya jalan keluar.
jam 10 kurang 5 menit gadis itu keluar dari kamar saya sembari membawa pulang Jazz RS putih miliknya yang di parkir agak jauh dari pagar rumah saya.
kemudian saya tidur menatap langit-langit kamar, mengambil tasbih sambil berdzikir dan mengulang kalimat teman saya tadi: apakah tidak berharga diri ini sehingga di perlakukan seperti ini??
gadis sebaya dengan saya berdiri di depan lemari sambil memegang tripod kecil kuning dan kamera lomo infra merah yang baru saya beli 3 bulan lalu.
saya baru datang dari solat berjamaah di mushola depan rumah dan kaget kenapa ada dia di dalam kamar saya.
gadis ini teman saya, meski bukan teman akrab, dan entah kenapa dia menangis. katanya mau curhat.
okay, saya lepas mukena, menguncir kuda rambut saya, menyalakan kipas angin dan duduk di atas kasur berselimut kain tipis motif leopard.
saya: ayo neng, sok atuh di caritakeun
dia: maaf ya dew, gue ngerepotin, gak tau kenapa yg ada di kepala gue cm elu, gue mesti curhat ke elu
saya: take it easy gurl. buruaaaaann, gue keburu ngantuk nii
dia: gue skrg emg gak punya pacar dew, tapi ada 1 cowok yg ngajak gue married ni. katanya dia mau serius sama gue ni. yaaaahh lumayan alim si kata gue, gue mau sm dia. kerjaannya mapan. keliatannya emg serius.
saya: langsung ke pokok masalah dong mbak. eh bentar yee, gue ke bawah dlu ambilin lu minum. mau apa? sirup apel aja yak. sepupu gue br balik dr Malang. masi fresh jadinya. hihi
saya turun sambil membuatkan dia segelas sirup apel dan menyuguhkan beberapa potong pisang goreng.
saya: silakan di cicip mbak yuuu
dia: thanks dew, oke, gue lanjut yah.
saya: iye iye (jawab saya seraya melipat-lipat papercraft harimau yang baru saya cetak tadi siang)
dia: ini tu pertama kalinya gue serius sm seseorang. malam minggu kemarin, dia bilang mau ke rumah. okay lah gue prepare. dia bilang, dia mau ketemu dan ngobrol sm bokap gue. uuhh, gue seneng bgt dew..
saya (agak gak sabar denger cerita si neng): sooooo, ayo lah intinya aja
dia: yampun dew, yg curhat kan gue., lu kenapa si? apa gak mau dengerin gue?
saya: mau. mau kok. gue malah penasaran sm cerita lu jeng. hehe
dia: makanya lu sabar. tau gak si dew?
saya: gak tau, kan kita baru ketemu ini doang setelah 1 taunan. haha
dia: aah bercanda ae lu
saya: ampun ampun. hehe
dia: dia ternyata gak dateng dan gak kasih kabar. gue hampir mati nungguin dia malem itu. bokap gue agak kecewa. mana nanya mulu dia mana. gue gak tau dew dia kenapa dan kemana. gue cm nangis aja di kamar sampe pagi. bokap jadi sedih lah..
saya: masyaallah. tega bgt tu cowok. siapa si dia? gue kenal gak?
dia: parahnya, lu kenal dew. dia temen SMP kita. dulu dia pernah nembak lu kalo gak salah, tapi lu tolak.
saya: siapaaaa?
dia: *menyebut sebuah nama*
saya: haha. diaaaa... trus kenapa tadi lu nangis? (papercraft harimau tadi gagal terbentuk, kok malah lebih mirip burung perkutut yah ketimbang macan tutul?)
dia: gue mikir. kenapa gue di giniin yah? gue seminggu ini introspeksi diri salah gue apa sama dia. apa ini balesan tuhan atas semua kelakuan gue yg suka nyakitin cowok??
saya: hmm, i don't know exactly. *hoam* saya menguap.
dia: apa gue gak seberharga itu ya dew, sampe gue di giniin.
saya: (dang! bagai di pukul pake sendok) *asem, sedih bgt gue denger dia nyebutin kalimat terakhir ini*
dia: gue sekarang boleh nangis ya dew.. (sambil meluk"bantal gue)
saya beri dia tisu gulung dan menyesali: yah nyuci sarung bantal sebantal-bantalnya niiii..
mungkin sudah agak lega dia bercerita ke saya tentang calonnya yang mengecewakan itu, meski saya tidak memberinya jalan keluar.
jam 10 kurang 5 menit gadis itu keluar dari kamar saya sembari membawa pulang Jazz RS putih miliknya yang di parkir agak jauh dari pagar rumah saya.
kemudian saya tidur menatap langit-langit kamar, mengambil tasbih sambil berdzikir dan mengulang kalimat teman saya tadi: apakah tidak berharga diri ini sehingga di perlakukan seperti ini??
Wednesday, October 27, 2010
Girls are..
ada 1 teman saya, perempuan juga pastinya.
dia selalu bilang begini:
Girls are like phones.
We love to be held,
talked to,
but if you press the wrong button,
sorry!
you'll be disconnect.
aha. saya setuju dengan teman saya ini.
dia benar. pikir saja bung, perempuan itu suka sekali di ajak bicara, kami suka sekali di kendalikan, namun jika anda salah bertindak, mohon maaf bung!
anda akan kehilangan jejaknya sekalipun.
dia selalu bilang begini:
Girls are like phones.
We love to be held,
talked to,
but if you press the wrong button,
sorry!
you'll be disconnect.
aha. saya setuju dengan teman saya ini.
dia benar. pikir saja bung, perempuan itu suka sekali di ajak bicara, kami suka sekali di kendalikan, namun jika anda salah bertindak, mohon maaf bung!
anda akan kehilangan jejaknya sekalipun.
Saturday, January 09, 2010
dunia ini terlalu indah untuk saya =D
dunia terlalu indah jika saya bicara tentang sialnya saya yang berturutan.
dunia terlalu indah untuk menyimpan senyum saya saat melihat anak-anak kecil tetangga yang bermain di depan rumah.
dunia masih terlalu indah jika saya menangis malam nanti karena memikirkan gagalnya kisah cinta dengan dia.
dunia terlalu indah untuk menahan lepasnya tertawa saya ini sehingga menunjukkan barisan gigi kelinci saya ini.
dunia masih juga indah dengan tidak adanya siapapun yang membantu saya tentang persoalan gagalnya bercinta.
dunia masih terlalu indah jika saya memutuskan untuk masuk ke dalam kisah cinta sang pangeran negeri seberang dengan permaisurinya. ya, sang pangeran inginkan saya. saya tau itu.
ah, cinta lagi cinta lagi.
saya payah dengan 5 huruf yang bersatu itu.
dunia terlalu indah jika saya lebih memilih untuk melupakan risaunya pekerjaan, lelahnya belajar.
dunia masih terlalu indah untuk saya habiskan berdiam diri tanpa suatu perubahan apapun.
dunia terlalu indah jika saya mengabaikan apa yang ada di hadapan saya saat ini.
saya tidak akan berhenti, ataupun berdiam, apalagi menangis mengiba.
karena dunia terlalu indah.
oooohhhhhhh. i love this world so much.
Subhanallah.
dunia indah.
dunia terlalu indah.
dunia juga masih indah saat saya menulis ini.
dunia terlalu indah untuk menyimpan senyum saya saat melihat anak-anak kecil tetangga yang bermain di depan rumah.
dunia masih terlalu indah jika saya menangis malam nanti karena memikirkan gagalnya kisah cinta dengan dia.
dunia terlalu indah untuk menahan lepasnya tertawa saya ini sehingga menunjukkan barisan gigi kelinci saya ini.
dunia masih juga indah dengan tidak adanya siapapun yang membantu saya tentang persoalan gagalnya bercinta.
dunia masih terlalu indah jika saya memutuskan untuk masuk ke dalam kisah cinta sang pangeran negeri seberang dengan permaisurinya. ya, sang pangeran inginkan saya. saya tau itu.
ah, cinta lagi cinta lagi.
saya payah dengan 5 huruf yang bersatu itu.
dunia terlalu indah jika saya lebih memilih untuk melupakan risaunya pekerjaan, lelahnya belajar.
dunia masih terlalu indah untuk saya habiskan berdiam diri tanpa suatu perubahan apapun.
dunia terlalu indah jika saya mengabaikan apa yang ada di hadapan saya saat ini.
saya tidak akan berhenti, ataupun berdiam, apalagi menangis mengiba.
karena dunia terlalu indah.
oooohhhhhhh. i love this world so much.
Subhanallah.
dunia indah.
dunia terlalu indah.
dunia juga masih indah saat saya menulis ini.
Labels:
ah,
amazing,
anak tetangga,
beautiful,
bekerja,
belajar,
cinta,
confession,
curhat colongan,
dunia,
facebook,
gigi kelinci,
indah,
indonesia,
jatuh cinta,
lia dewi,
menangis,
teman,
tertawa
Sunday, December 27, 2009
entah tersudut lalu sialan
Kamis, December 24, 2009 @ 23.42 pm
sepulang dari kota Bandung yang indah nian itu. di jalan tol. saya duduk di depan. sang supir, seorang lelaki, yang mana dia adalah teman saya, mengancam ke 7 penumpang mobil itu yang terdiri dari 3 gadis cantik termasuk saya dan 5 orang dengan jenis kelamin: hmm, kabar terakhir.. yah mereka lelaki tulen: heh, awas aja lo semua kalau ada yang tidur. radio gue matiin. ac gak gue nyalain. kaca gue central lock. ahahaha. *ketawa setan*
intinya, dia minta di temani. saya tidak tidur. saya tidak dengar radio. saya hanya bernyanyi Take A Bow - Rihanna.
tau tau salah seorang teman saya bertanya: dew, kita cerita yang serem"yu. yg ttg jalan tol. kan kabarnya di sini serem.
yang lain berteriak: kagaaaaaakkk. awas aja lo cerita begituan. gue tidur!
saya hanya tertawa.
dia bertanya lagi: yaudah dew, kita tanya"an soal cewek aja yu. aku kan gak tau apa apa soal cewek. sama cewekku aja aku masih bingung.
saya jawab: iya mas. tanya apa? jgn yg aneh" ya!!
teman saya: dew, cewek itu liat cowok dari fisiknya aja yah emang?
saya: lho, aku sih fleksibel. aku gak kayak gitu. tapi majority emang. cewek bgitu.
teman saya: kamu pacaran uda brapa kali dew?
gadis cantik yg duduk di bangku belakang, anggi citra berteriak: ratusaaaannnn!!
teman saya: yang bener kamu nggi, emang lidew sebanyak itu pacarannya?
saya hanya tertawa cekikikan di kursi depan.
teman saya: paling lama berapa tahun dew?
saya: hah? tauuunn? bulan mas. 9 bulan mas. in relationship sama sampah. normally cuma 2 bulanan aja malah. saya juga binun mas. kenapa saya malas yanh pacaran lama" bgtu.
Jum'at, December 25, 2009 @ 00.40 am
4 orang teman saya tertidur ternyata. tanpa radio. yang terdengar hanya sesi tanya jawab, narasumber: lia dewi.
teman saya: wah, apa kamu bukan tipe setia dew?
saya: saya orangnya fleksibel mas. saya mau yang serius. maka itu butuh proses. dan Tuhan belum ngasih saya buat hal serius. saya percaya kok Tuhan nyimpen a right man buat saya.
teman saya: oh. okay. but could u teach me why there is an unhandsome guy settled with a beautiful woman?
saya: i don't know. maybe si cewek emg cinta, atau kena rayuan gombal yg tokcer ataupun cewek itu matre. it could be anything lah mas.
teman saya: terus kenapa kamu sekarang jomblo? terlalu pemilih atau selalu liat yang lain, gak bisa fokus ke satu orang gitu yah?
@ 00.52 jakarta interchange, saya membayar uang tol dan mobil yang saya tumpangi ini keluar gerbang tol
saya jawab dengan nada datar: sudah hampir sampai. case closed yah mas. and don't ask me why! bcuz i don't know.
sepulang dari kota Bandung yang indah nian itu. di jalan tol. saya duduk di depan. sang supir, seorang lelaki, yang mana dia adalah teman saya, mengancam ke 7 penumpang mobil itu yang terdiri dari 3 gadis cantik termasuk saya dan 5 orang dengan jenis kelamin: hmm, kabar terakhir.. yah mereka lelaki tulen: heh, awas aja lo semua kalau ada yang tidur. radio gue matiin. ac gak gue nyalain. kaca gue central lock. ahahaha. *ketawa setan*
intinya, dia minta di temani. saya tidak tidur. saya tidak dengar radio. saya hanya bernyanyi Take A Bow - Rihanna.
tau tau salah seorang teman saya bertanya: dew, kita cerita yang serem"yu. yg ttg jalan tol. kan kabarnya di sini serem.
yang lain berteriak: kagaaaaaakkk. awas aja lo cerita begituan. gue tidur!
saya hanya tertawa.
dia bertanya lagi: yaudah dew, kita tanya"an soal cewek aja yu. aku kan gak tau apa apa soal cewek. sama cewekku aja aku masih bingung.
saya jawab: iya mas. tanya apa? jgn yg aneh" ya!!
teman saya: dew, cewek itu liat cowok dari fisiknya aja yah emang?
saya: lho, aku sih fleksibel. aku gak kayak gitu. tapi majority emang. cewek bgitu.
teman saya: kamu pacaran uda brapa kali dew?
gadis cantik yg duduk di bangku belakang, anggi citra berteriak: ratusaaaannnn!!
teman saya: yang bener kamu nggi, emang lidew sebanyak itu pacarannya?
saya hanya tertawa cekikikan di kursi depan.
teman saya: paling lama berapa tahun dew?
saya: hah? tauuunn? bulan mas. 9 bulan mas. in relationship sama sampah. normally cuma 2 bulanan aja malah. saya juga binun mas. kenapa saya malas yanh pacaran lama" bgtu.
Jum'at, December 25, 2009 @ 00.40 am
4 orang teman saya tertidur ternyata. tanpa radio. yang terdengar hanya sesi tanya jawab, narasumber: lia dewi.
teman saya: wah, apa kamu bukan tipe setia dew?
saya: saya orangnya fleksibel mas. saya mau yang serius. maka itu butuh proses. dan Tuhan belum ngasih saya buat hal serius. saya percaya kok Tuhan nyimpen a right man buat saya.
teman saya: oh. okay. but could u teach me why there is an unhandsome guy settled with a beautiful woman?
saya: i don't know. maybe si cewek emg cinta, atau kena rayuan gombal yg tokcer ataupun cewek itu matre. it could be anything lah mas.
teman saya: terus kenapa kamu sekarang jomblo? terlalu pemilih atau selalu liat yang lain, gak bisa fokus ke satu orang gitu yah?
@ 00.52 jakarta interchange, saya membayar uang tol dan mobil yang saya tumpangi ini keluar gerbang tol
saya jawab dengan nada datar: sudah hampir sampai. case closed yah mas. and don't ask me why! bcuz i don't know.
Labels:
anggi citra resmi,
bandung,
bekasi,
curhat colongan,
duh,
lia dewi,
menangis,
nangis,
payah,
sahabat,
sialan,
sujud syukur,
teman,
tersudut
Subscribe to:
Posts (Atom)
