hey, kamu tau papercraft gak?
itu loh, pertamanya di gambar dulu di komputer terus di kasih warna yang bagus, di kasih garis tepi dan di print. setelah itu, di gunting kertasnya mengikuti garis tepi dan lipat, lipat, dan di bentuk dengan cara di tempel pakai lem kertas.
jadi deh bentuk yang kita mau.
saya suka main gunting-tempel papercraft itu loh.
bagus, lucu-lucu.
lumayan lah daripada bengong di kamar.
dan kamu tau gak?
apa yang terjadi dengan saya sama kamu itu ya kayak saya pas mbikin papercraft ini.
kadang saya pingiiiin banget gambar muka situ dimana-mana.
kadang saya pingin banget warnain muka situ biar bagusan.
tapi kadang saya pingin gunting-gunting muka situ.
karena ada rasa bersalah, saya gabungin lagi muka situ pakai lem kertas.
terus saya pajang di lemari gantung di kamar saya bareng paper craft lain.
ada robot-robotan, gajah, ayam, burung, kuda troya, mobil.
pasti bagus, dan lucu-lucu.
iya iyaaa.
jujur.
saya gemes sama kamu.
Friday, August 26, 2011
Saturday, August 20, 2011
The Unspoken Affection
Bulan depan, umur saya bertambah 1 menjadi 23 tahun. Banyak tetangga, saudara atau kerabat ayah ibu yang mengingatkan saya untuk segera menikah. Mereka pun tak hanya mengingatkan namun membantu menjodohkan.
Yak. Di umur 22 tahun ini saya sudah pernah belasan kali menjalin relationship (eh atau mungkin sampai puluhan kali ya? saya lupa) dan beberapa kali di kenalkan untuk taaruf oleh kerabat ayah dan ibu saya.
Tunggu, kenapa saya mau di kenalkan itu bukan berarti saya ga bisa mencari sendiri, tapi karena saya selalu welcome dengan orang baru.
Namun, berusaha menjalin proses taaruf dengan mereka yang notabene adore kepada saya dan mereka jelas mapan pun gagal. Ini ga ada yang salah. Saya pun ga menolak, ikuti alur saja. Dan memang mungkin bukan di umur 22 tahun saya berhak menikah.
Saya masih harus berpetualang cinta lagi. Belum cukup pengalaman yang sedemikian banyak itu ya ternyata.
Saya punya Pencipta. Dia Maha Rencana. Saya mengikuti apapun rencananya. Either itu menikah tahun besok ataupun menjalin relationship sampai 50 kali. It is okay.
But hey, tolong di catat. Saya bukan playgirl. Saya pun ga mudah jatuh cinta. Saya hanya senang mengenal isi pikiran dan hati lawan jenis.
Dan sekarang, saya tidak terlalu serius menghadapi pernikahan.
Saat ini saya sedang menjalin relationship dengan seseorang yang amazing menurut saya.
Saya menyebut ini The Unspoken Affection. Kami saling adore tapi ga mengumbar affection. Cukup di simpan masing-masing saja dan di share jika perlu.
Just enjoy the time makes me love my life so much.
Yak. Di umur 22 tahun ini saya sudah pernah belasan kali menjalin relationship (eh atau mungkin sampai puluhan kali ya? saya lupa) dan beberapa kali di kenalkan untuk taaruf oleh kerabat ayah dan ibu saya.
Tunggu, kenapa saya mau di kenalkan itu bukan berarti saya ga bisa mencari sendiri, tapi karena saya selalu welcome dengan orang baru.
Namun, berusaha menjalin proses taaruf dengan mereka yang notabene adore kepada saya dan mereka jelas mapan pun gagal. Ini ga ada yang salah. Saya pun ga menolak, ikuti alur saja. Dan memang mungkin bukan di umur 22 tahun saya berhak menikah.
Saya masih harus berpetualang cinta lagi. Belum cukup pengalaman yang sedemikian banyak itu ya ternyata.
Saya punya Pencipta. Dia Maha Rencana. Saya mengikuti apapun rencananya. Either itu menikah tahun besok ataupun menjalin relationship sampai 50 kali. It is okay.
But hey, tolong di catat. Saya bukan playgirl. Saya pun ga mudah jatuh cinta. Saya hanya senang mengenal isi pikiran dan hati lawan jenis.
Dan sekarang, saya tidak terlalu serius menghadapi pernikahan.
Saat ini saya sedang menjalin relationship dengan seseorang yang amazing menurut saya.
Saya menyebut ini The Unspoken Affection. Kami saling adore tapi ga mengumbar affection. Cukup di simpan masing-masing saja dan di share jika perlu.
Just enjoy the time makes me love my life so much.
Labels:
jatuh cinta,
jodoh,
life,
taaruf,
the unspoken affection
adik kelas
adik kelas gue, dulu lucu imut, banyak yg naksir. sekarang jd supir angkutan umum, pake aksesoris ala preman. ya gelang,kalung, cincin gitu deh. cara dia berdiri nunggu penumpang adalah bertolak pinggang ala penyanyi dangdut, dan sekarangpun masih banyak yg naksir.
Published with Blogger-droid v1.7.4
Labels:
adik kelas
Friday, August 05, 2011
Rock and Roll vs Kondisi perekonomian yang nyaman
Saya pernah di tanya ibu saya. "Dew,hidupmu berorientasi pada apa?" Saya gak bisa langsung menjawab ternyata. Namun beberapa detik kemudian saya bilang begini ke ibu "Yang jelas bukan uang bu." Ibu tersenyum.
Teman-teman saya menyebut saya sangat berjiwa rock and roll sekali. Kenapa? Karena saya terlalu santai dalam keadaan apapun termasuk saat gak punya uang.
Saya juga termasuk orang yang easy going. Di ajak kemanapun hayu, gak peduli dengan kondisi kantong atau saldo rekening.
Satu contoh, beberapa saat lalu saat menonton sebuah konser bertaraf internasional dan tiket memang sudah di beli dari jauh jauh hari. Dan naasnya, saat hari H saya gak punya uang melebihi dua ribu rupiah pun. Sebelumnya memang sudah di buat patungan beli bensin mobil teman. Nah! Saat itu saya perempuan sendiri dan sama saja dengan teman teman yg berjenis laki-laki. Kita semua gak punya uang. Dan kita enjoy. Hahaha.
Itu cerita dulu. Meski merasa enjoy namun tetap saja di hantui rasa tidak aman.
Sayapun pernah berada dalam satu moment dimana saya merasa benar-benar gak safety jika gak punya uang. Kemana saja saya saat itu?
Sekarang, saya berada dalam kondisi keuangan yang sangat nyaman. Dan ini memang benar-benar nyaman.
Saya sadar. Jadi rock and roll gak mesti harus miskin.
Teman-teman saya menyebut saya sangat berjiwa rock and roll sekali. Kenapa? Karena saya terlalu santai dalam keadaan apapun termasuk saat gak punya uang.
Saya juga termasuk orang yang easy going. Di ajak kemanapun hayu, gak peduli dengan kondisi kantong atau saldo rekening.
Satu contoh, beberapa saat lalu saat menonton sebuah konser bertaraf internasional dan tiket memang sudah di beli dari jauh jauh hari. Dan naasnya, saat hari H saya gak punya uang melebihi dua ribu rupiah pun. Sebelumnya memang sudah di buat patungan beli bensin mobil teman. Nah! Saat itu saya perempuan sendiri dan sama saja dengan teman teman yg berjenis laki-laki. Kita semua gak punya uang. Dan kita enjoy. Hahaha.
Itu cerita dulu. Meski merasa enjoy namun tetap saja di hantui rasa tidak aman.
Sayapun pernah berada dalam satu moment dimana saya merasa benar-benar gak safety jika gak punya uang. Kemana saja saya saat itu?
Sekarang, saya berada dalam kondisi keuangan yang sangat nyaman. Dan ini memang benar-benar nyaman.
Saya sadar. Jadi rock and roll gak mesti harus miskin.
Published with Blogger-droid v1.7.4
Labels:
friendship,
konser,
lia dewi,
rekening,
rock and roll,
teman,
tenang
Monday, July 25, 2011
3 Jam Sebelum Subuh
Saya nggak tau kenapa saya selalu terbangun sekitar 3 jam sebelum subuh.
Seperti biasanya, otomatis kaki saya beranjak dari tempat tidur dan berangkat ke kamar mandi. Ambil wudhu.
Nah, rutinitas setelah shalat tahajjud ini yang agak berbeda.
Rasanya suliiiit sekali memejamkan mata.
Jadinya saya mengambil telepon genggam yang tergeletak dalam keadaan non aktif di atas meja dan menyalakannya.
Saya membaca kembali deretan huruf-huruf yang ada dalam percakapan pada short message system antara saya dan kamu.
Masih saja nggak bisa lanjut tidur dan ini sudah 2 jam sebelum subuh.
Saya menekan tombol log. Saya melihat begitu saja durasi-durasi panggilan masuk dari kamu.
62 mins 20 secs.
28 mins 5 secs.
0 mins 39 secs.
Yak. Hanya di lihat saja. Gila bukan?
Kamu tau? Rutinitas aneh dalam 3 jam sebelum subuh ini terjadi sejak kamu rajin mengirim pesan ke saya tiap waktu.
Kamu tau? Sebenarnya saya tersiksa. Di jam kerja nanti pasti saya mengantuk dan mengutuk-ngutuk kamu.
Kamu tau? Saya kan punya 24 jam dalam 1 hari. Dan secara normal, saya hanya memberi waktu untuk memikirkan pacar-pacar saya 8 jam di saat terjaga.
Dan kamu tau nggak?
Kamu bukan pacar saya namun kamu mengambil 16 jam saya di waktu terjaga.
Ini? Sekarang? Kebiasaan baru yang menyebalkan di 3 jam sebelum subuh.
Itu artinya kamu ambil lagi beberapa jam di 8 jam waktu tidur saya.
Entah harus apa. Benci atau malah senang atas semua ini.
Yang jelas, kamu. Punya tempat dan jam khusus di 3 jam sebelum subuh.
Seperti biasanya, otomatis kaki saya beranjak dari tempat tidur dan berangkat ke kamar mandi. Ambil wudhu.
Nah, rutinitas setelah shalat tahajjud ini yang agak berbeda.
Rasanya suliiiit sekali memejamkan mata.
Jadinya saya mengambil telepon genggam yang tergeletak dalam keadaan non aktif di atas meja dan menyalakannya.
Saya membaca kembali deretan huruf-huruf yang ada dalam percakapan pada short message system antara saya dan kamu.
Masih saja nggak bisa lanjut tidur dan ini sudah 2 jam sebelum subuh.
Saya menekan tombol log. Saya melihat begitu saja durasi-durasi panggilan masuk dari kamu.
62 mins 20 secs.
28 mins 5 secs.
0 mins 39 secs.
Yak. Hanya di lihat saja. Gila bukan?
Kamu tau? Rutinitas aneh dalam 3 jam sebelum subuh ini terjadi sejak kamu rajin mengirim pesan ke saya tiap waktu.
Kamu tau? Sebenarnya saya tersiksa. Di jam kerja nanti pasti saya mengantuk dan mengutuk-ngutuk kamu.
Kamu tau? Saya kan punya 24 jam dalam 1 hari. Dan secara normal, saya hanya memberi waktu untuk memikirkan pacar-pacar saya 8 jam di saat terjaga.
Dan kamu tau nggak?
Kamu bukan pacar saya namun kamu mengambil 16 jam saya di waktu terjaga.
Ini? Sekarang? Kebiasaan baru yang menyebalkan di 3 jam sebelum subuh.
Itu artinya kamu ambil lagi beberapa jam di 8 jam waktu tidur saya.
Entah harus apa. Benci atau malah senang atas semua ini.
Yang jelas, kamu. Punya tempat dan jam khusus di 3 jam sebelum subuh.
Published with Blogger-droid v1.7.2
Labels:
kamu,
love,
persahabatan,
relationship,
shalat,
subuh,
tahajjud
Saturday, July 23, 2011
Hier, Aujourd'hui, Demain.
The first time I met you, it felt like there is something whispered in my ear that we must know each others.
And that is it! The time was introducing yourself to me. So do I. Remember, the time! It is nice to know that the time let me to know you.
Finally, I know you.
We were shaking hands.
You smile to me.
And you grin to me.
And you say hello to me on the next day.
Until you beg me the number.
So you text me.
Then you say hi on your text.
"You are smart."
"You mesmerize me."
"You are the girl that I search for."
Those are you said to me.
And you know me.
We were shaking hands.
I smile to you.
And I grin to you.
And I say hello to you on the next day.
Until I give you my number.
So I reply yours.
Then I say hi on my text.
And I like you.
And I feel the affection to you
And I dream of you.
And I miss you.
And I always smell your perfume.
And I waste the time to accept your calls.
And I spend the time to reply your text.
So, here we are now!
In somewhere, something, we name it at four letters.
They are start with L, then O, follow with V, and E..
Yes. That is it.
WE ARE IN LOVE.
And that is it! The time was introducing yourself to me. So do I. Remember, the time! It is nice to know that the time let me to know you.
Finally, I know you.
We were shaking hands.
You smile to me.
And you grin to me.
And you say hello to me on the next day.
Until you beg me the number.
So you text me.
Then you say hi on your text.
"You are smart."
"You mesmerize me."
"You are the girl that I search for."
Those are you said to me.
And you know me.
We were shaking hands.
I smile to you.
And I grin to you.
And I say hello to you on the next day.
Until I give you my number.
So I reply yours.
Then I say hi on my text.
And I like you.
And I feel the affection to you
And I dream of you.
And I miss you.
And I always smell your perfume.
And I waste the time to accept your calls.
And I spend the time to reply your text.
So, here we are now!
In somewhere, something, we name it at four letters.
They are start with L, then O, follow with V, and E..
Yes. That is it.
WE ARE IN LOVE.
Published with Blogger-droid v1.7.2
Friday, July 01, 2011
Bodoh.
Saya amat menyukai karakter Joey dalam serial Friends. Karena,seperti yang tampak. Dia bodoh. Menurut saya, semakin bodoh seseorang, semakin jauhlah ia dari kesedihan.
Got it.
Got it.
Published with Blogger-droid v1.7.2
Monday, June 20, 2011
New Wave
I've a new wave in this stream. But I should know whether it is safety or not. So we called them Lightning and Thunder.
Published with Blogger-droid v1.7.2
Tuesday, February 15, 2011
belajar desain.
hari ini.
saya belajar mendesain dan terjun langsung dalam pembuatan kostum kubur.
yups.
hari ini saya membantu ibu memotong-motong kain kafan untuk salah satu kerabat yang meninggalkan dunia tadi malam.
hari ini.
saya ingat.
buat 5 tali yang akan di ikatkan di atas kepala, di leher, di bawah dada, di lingkaran paha juga di pergelangan kaki.
hari ini.
saya juga melihat bagaimana prosesi memandikan makhluk ALLAH yang sudah tak bernyawa.
hari ini.
saya punya pelajaran hebat.
saya punya pengalaman berharga.
yah paling tidak saya tahu cara mendesain kostum kubur nantinya.
Labels:
hidup dan mati,
kostum kubur,
menangis,
menunggu
Monday, December 13, 2010
kembali ke madura
tadi pagi, di lahan parkir pasar besar Pamekasan saya turun dari tunggangan hebat ini - Toyota Rush tercinta.
saya bertemu dengan sosok sempurna yang pernah ada dalam hati dan pikiran saya. dia masih dengan sepeda kumbangnya yang di tuntunnya bersama seorang wanita berparas seadanya dengan rambut di kepang dua dan mengenakan atasan lusuh namun kain yang membungkus kakinya sangat indah, bermotif pelangi.
manusia satu itu. ah dia masih sangat indah.
hanya 2 menit waktu yang kami gunakan untuk bertukar kata saat wanita berkepang itu masuk ke dalam pasar untuk membeli ikan asin katanya.
dan selama 2 menit itu, hanya penguasa langit yang tau bagaimana perasaan yang berkecamuk dalam hati saya saat saya tau bahwa wanita yang sedang membeli ikan asin itu adalah teman hidupnya.
dan sang penguasa langit mendadak menabuh genderang memberi pertanda bahwa ia akan segera menurunkan hujan supaya saya ada teman untuk menangis dan segera mengakhiri percakapan berdurasi 2 menit itu.
saya harus kembali ke Jakarta - my life.
saya sadar, tidak semestinya saya ada di sini.
namun sampai sore ini, saya masih amat mencintai pulau ini.
terutama manusia satu itu.
saya bertemu dengan sosok sempurna yang pernah ada dalam hati dan pikiran saya. dia masih dengan sepeda kumbangnya yang di tuntunnya bersama seorang wanita berparas seadanya dengan rambut di kepang dua dan mengenakan atasan lusuh namun kain yang membungkus kakinya sangat indah, bermotif pelangi.
manusia satu itu. ah dia masih sangat indah.
hanya 2 menit waktu yang kami gunakan untuk bertukar kata saat wanita berkepang itu masuk ke dalam pasar untuk membeli ikan asin katanya.
dan selama 2 menit itu, hanya penguasa langit yang tau bagaimana perasaan yang berkecamuk dalam hati saya saat saya tau bahwa wanita yang sedang membeli ikan asin itu adalah teman hidupnya.
dan sang penguasa langit mendadak menabuh genderang memberi pertanda bahwa ia akan segera menurunkan hujan supaya saya ada teman untuk menangis dan segera mengakhiri percakapan berdurasi 2 menit itu.
saya harus kembali ke Jakarta - my life.
saya sadar, tidak semestinya saya ada di sini.
namun sampai sore ini, saya masih amat mencintai pulau ini.
terutama manusia satu itu.
Labels:
bangkalan,
coba katakan,
lia dewi,
madura,
maliq n d'essentials,
pamekasan,
sepeda
Subscribe to:
Posts (Atom)
