tadi pagi, di lahan parkir pasar besar Pamekasan saya turun dari tunggangan hebat ini - Toyota Rush tercinta.
saya bertemu dengan sosok sempurna yang pernah ada dalam hati dan pikiran saya. dia masih dengan sepeda kumbangnya yang di tuntunnya bersama seorang wanita berparas seadanya dengan rambut di kepang dua dan mengenakan atasan lusuh namun kain yang membungkus kakinya sangat indah, bermotif pelangi.
manusia satu itu. ah dia masih sangat indah.
hanya 2 menit waktu yang kami gunakan untuk bertukar kata saat wanita berkepang itu masuk ke dalam pasar untuk membeli ikan asin katanya.
dan selama 2 menit itu, hanya penguasa langit yang tau bagaimana perasaan yang berkecamuk dalam hati saya saat saya tau bahwa wanita yang sedang membeli ikan asin itu adalah teman hidupnya.
dan sang penguasa langit mendadak menabuh genderang memberi pertanda bahwa ia akan segera menurunkan hujan supaya saya ada teman untuk menangis dan segera mengakhiri percakapan berdurasi 2 menit itu.
saya harus kembali ke Jakarta - my life.
saya sadar, tidak semestinya saya ada di sini.
namun sampai sore ini, saya masih amat mencintai pulau ini.
terutama manusia satu itu.
Showing posts with label pamekasan. Show all posts
Showing posts with label pamekasan. Show all posts
Monday, December 13, 2010
kembali ke madura
Labels:
bangkalan,
coba katakan,
lia dewi,
madura,
maliq n d'essentials,
pamekasan,
sepeda
Friday, January 01, 2010
madura. i love madura.
siang ini, saya berdiri sendiri di jembatan Suramadu.
langit terlihat sangat indah biru-putih dan agak oranye karena matahari tak mau diam saja tertutupi oleh sang awan.
saya menstarter Rush ini dan lari 60 km/jam dari parkiran ilegal di jembatan yang sedikit sepi siang ini.
bergegas meninggalkan Pulau Madura dan segala keindahannya.
terlebih manusia satu itu.
laki-laki berpostur sedang, berkulit agak gelap, namun manis sekali saat ia tersenyum.
saya pergi dengan berat hati sejujurnya.
saya masih ingat, tadi malam saya pergi dengannya melihat kembang api yang sepertinya berasal dari dekat monumen Jalesveva Jayamahe.
yah. tadi malam, indah.
saya masih ingat, tadi malam dia dengan sepeda kesayangannya berlari ke arah saya sambil berteriak menyanyikan lagu baru kesukaan saya Maliq n d'essentials - Coba Katakan.
coba coba katakan kepadaku bahwa kita sedang berjalan menuju satu alasan,
janganlah kau katakan bila kita memang tak ada tujuan, dari apa yang dijalankan
oh, dia pasti ingin melamar saya.
itu kalimat yang ada di otak saya tadi malam.
pagi ini, masih seperti tadi malam, indah.
saya mengenal Pamekasan dan semua isinya, berikut motto dari kabupaten ini: Madu Ganda Magesti Tunggal. meski entah apa artinya. namun saya tau, saya mengenal kota ini. saya mengenal laki-laki di hadapan saya pagi ini seperti saya mengenal kakak saya sendiri.
oh, saya jatuh cinta dengan orang ini.
itu kalimat yang ada di otak saya tadi pagi.
siang ini, saya packing dan menangis.
lepaskan Pamekasan dan kembali menuju Jakarta - my life.
siang ini, saya masih mencintai Pamekasan, Sumenep, Bangkalan, Gerbangkertosusila, jembatan Suramadu, sawah-sawah milik Pak Lek, pedagang-pedagang sayur galak di pasar tradisional langganan Bu Lek saya, tapi saya harus kembali.
sempat saya berfikir, tempat saya bukan di sini saat ini. entah nanti.
sudahlah mas, lupakan saya.
jangan beri harapan.
saya bisa maafkan apa yang terjadi siang ini.
haaaaahhhh.
Madura, Madura, dan Madura.
saya jatuh cinta dengan Pulau ini.
terutama manusia satu itu.
langit terlihat sangat indah biru-putih dan agak oranye karena matahari tak mau diam saja tertutupi oleh sang awan.
saya menstarter Rush ini dan lari 60 km/jam dari parkiran ilegal di jembatan yang sedikit sepi siang ini.
bergegas meninggalkan Pulau Madura dan segala keindahannya.
terlebih manusia satu itu.
laki-laki berpostur sedang, berkulit agak gelap, namun manis sekali saat ia tersenyum.
saya pergi dengan berat hati sejujurnya.
saya masih ingat, tadi malam saya pergi dengannya melihat kembang api yang sepertinya berasal dari dekat monumen Jalesveva Jayamahe.
yah. tadi malam, indah.
saya masih ingat, tadi malam dia dengan sepeda kesayangannya berlari ke arah saya sambil berteriak menyanyikan lagu baru kesukaan saya Maliq n d'essentials - Coba Katakan.
coba coba katakan kepadaku bahwa kita sedang berjalan menuju satu alasan,
janganlah kau katakan bila kita memang tak ada tujuan, dari apa yang dijalankan
oh, dia pasti ingin melamar saya.
itu kalimat yang ada di otak saya tadi malam.
pagi ini, masih seperti tadi malam, indah.
saya mengenal Pamekasan dan semua isinya, berikut motto dari kabupaten ini: Madu Ganda Magesti Tunggal. meski entah apa artinya. namun saya tau, saya mengenal kota ini. saya mengenal laki-laki di hadapan saya pagi ini seperti saya mengenal kakak saya sendiri.
oh, saya jatuh cinta dengan orang ini.
itu kalimat yang ada di otak saya tadi pagi.
siang ini, saya packing dan menangis.
lepaskan Pamekasan dan kembali menuju Jakarta - my life.
siang ini, saya masih mencintai Pamekasan, Sumenep, Bangkalan, Gerbangkertosusila, jembatan Suramadu, sawah-sawah milik Pak Lek, pedagang-pedagang sayur galak di pasar tradisional langganan Bu Lek saya, tapi saya harus kembali.
sempat saya berfikir, tempat saya bukan di sini saat ini. entah nanti.
sudahlah mas, lupakan saya.
jangan beri harapan.
saya bisa maafkan apa yang terjadi siang ini.
haaaaahhhh.
Madura, Madura, dan Madura.
saya jatuh cinta dengan Pulau ini.
terutama manusia satu itu.
Labels:
bangkalan,
coba katakan,
jalesveva jayamahe,
lia dewi,
madura,
maliq n d'essentials,
pamekasan,
sepeda
Subscribe to:
Posts (Atom)
