skip to main | skip to sidebar

inilah saya, yang gendut berbaju hijau berkacamata batman.

inilah saya, yang gendut berbaju hijau berkacamata batman.

saya itu, mmm, bagaimana yah. saya itu ya lia dewi.

My Photo
Lia Dewi
beautiful, young and fresh, but not slim. ahaha ,.. I love chocolate, so that i am Fat. (with a big F, indeed). Saya suka sekali bernyanyi. saya menyanyikan lagu apapun, mulai dari The Cure, Avenged Sevenfold, Mariah Carey, sampai Bill & Brod dan Waldjinah. Saya suka tertawa. haha
View my complete profile

mari bertemaaann

  • facebook
  • twitter

tulisan saya

  • ▼ 2015 (1)
    • ▼ October (1)
      • Fiuuuhh, finally...
  • ► 2014 (2)
    • ► September (1)
    • ► January (1)
  • ► 2013 (6)
    • ► November (1)
    • ► July (1)
    • ► April (2)
    • ► March (2)
  • ► 2012 (11)
    • ► September (1)
    • ► July (1)
    • ► June (1)
    • ► April (2)
    • ► March (2)
    • ► February (3)
    • ► January (1)
  • ► 2011 (22)
    • ► December (3)
    • ► October (2)
    • ► September (2)
    • ► August (10)
    • ► July (3)
    • ► June (1)
    • ► February (1)
  • ► 2010 (11)
    • ► December (1)
    • ► November (1)
    • ► October (2)
    • ► May (1)
    • ► February (2)
    • ► January (4)
  • ► 2009 (36)
    • ► December (3)
    • ► September (7)
    • ► August (4)
    • ► July (5)
    • ► June (3)
    • ► May (10)
    • ► April (2)
    • ► March (2)

Feel free to follow my twitter :)

online gambling insider.ca

thanks for coming.. \(^^,)/

Subscribe To

Posts
    Atom
Posts
All Comments
    Atom
All Comments

There is always a rainbow after the rain

If you love the rainbow, you have to love the rain too.

Monday, April 15, 2013

Sidang Skripsi? Baiklah..

Sebenernya ini postingan di tumblr, tapi berhubung saya susah maintain, makanya di delete sajalah akun tumblr tsb. jadi, boleh ya, saya pindah ke sini? hehe

----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Saya, manusia yang amat bersyukur dengan apa yang Allah SWT titipkan ke saya. Apapun itu.

Terutama rezeki yang Dia beri.
And I’m so grateful.
Saya bertanya ke keluarga tentang bagaimana kelanjutan pendidikan akademik saya? Saya ingin sekali kuliah. Saya juga ingin bekerja.
Orang tua menyarankan untuk mengambil kuliah malam.
Kalau di Jakarta, rasanya tidak mungkin. Kan saya sering lembur dan sistem kerja shift.
Semester pertama,tidak mudah. Saya hanya belajar lewat modul, buku-buku besar semua mata kuliah saya beli. Ujiannya bagaimana? Lancar kok. Hasilnya yang tidak lancar. Haha.
Saya ber-IP 2,3 saja. Sedih? Pasti.
Dan fix. Semester kedua saya resmi menjadi mahasiswa jurusan Penerjemahan Bahasa Inggris.


Rezeki itu tak melulu soal uang. Namun keluarga, sahabat, suasana hati, air, udara, kesehatan, kekuatan, passion, semangat pun termasuk rezeki.
Sampai tiba di hari ini yang merupakan moment penting di dalam hidup saya. Satu hal yang menentukan hasil dari usaha keras selama ini yaitu sidang skripsi.
Sejak lulus SMA, waktu itu tahun 2006, saya yang (Alhamdulillah) bersemangat sekali dalam hal edukasi sebenarnya punya kesempatan untuk kuliah reguler dimanapun tempatnya. Tapi saya tidak egois. Saya punya adik yang beda 2 tahun dengan saya. Awalnya ia tidak sesemangat saya dalam hal pendidikan. Namun sekarang setelah lulus D3 dan bekerja, ia menemukan passionnya. Ia bekerja keras. Saya kagum and I’m very appreciate it.
Jadi, selepas SMA dulu saya memutuskan untuk mendaftarkan diri mengikuti SPMB dan dalam waktu bersamaan saya juga melamar pekerjaan yang di infokan dari sekolah.
Waktu itu tanggal 5 Juli 2006, hari tes SPMB bersamaan dengan tes interview yang saya lamar. Dang!
Itulah hal-hal yang membantu proses pendewasaan diri saya. Mengambil keputusan yang baik untuk saya dan keluarga.
Melalui sholat istikhoroh lah saya berani untuk menentukan. Allah SWT benar-benar sayang dan baik kepada umatNya.
Saya tidak ikut SPMB namun lulus diterima kerja di salah satu perusahaan manufaktur Jepang besar di Cikarang.
Allah Maha Penyayang.
Timbul lagi masalah baru. Saat itu belum ada tempat perkuliahan di Bekasi yang mengadakan kuliah malam yang bisa shift sesuai jurusan yang saya inginkan. Komunikasi atau Pendidikan.
Tiba-tiba ingat dengan Universitas Terbuka yang pernah diceritakan guru bahasa inggris saya, Ms. Nana. Tanpa ragu lagi saya menyambangi UT yang bertempat di komplek UNJ Rawamangun.
Alhamdulillah. Sejak itu, Agustus 2006 saya terdaftar menjadi mahasiswa UT jurusan Komunikasi.
Bulan Januari 2007 saya dan teman-teman berkewajiban melaporkan kegiatan selepas SMA ke sekolah. Saat itu hanya segelintir teman yang lanjut kuliah. Saya bertemu Ms. Nana. Ia bertanya “Kenapa kamu gak ambil jurusan bahasa inggris saja dew?” Mengingat saya langganan ikut lomba English Debate, English Speech, English Listening dan lomba bahasa inggris lainnya mewakili sekolah.
Okay. Saya pikir ada benarnya kata guru saya. Saya mencari info cara Alih Kredit dan pindah jurusan. Ke UT pusat di Pondok Cabe di hari selasa sewaktu masuk malam. Kebayang dong bagaimana lelah dan ngantuknya saya?
Semua itu tidak semulus merangkai huruf di Tumblr ini. Perlu upaya gigih untuk kerja sembari kuliah. Apalagi segalanya dengan uang sendiri.
Tahun 2010 Alhamdulillah saya lulus D3 dengan IPK 2,56 tanpa harus membuat tugas akhir.
Langsung, saya mencari kampus mana yang bisa transfer dari D3 ke S1. Sejujurnya, saya ingin sekali berkuliah di UI. Tempat impian banyak orang. Namun mereka tidak terima program tsb.
Di tahun 2011 saya menemukan kampus ini, STIBA IEC Jatinegara Baru dan hanya butuh 1 tahunan saja untuk menyelesaikan S1. Tanpa pikir lama, saya mendaftar.
And now, here I am. Sejak 2006 sampai 2012 saya selalu menggunakan uang sendiri untuk apapun. Malah, orang tua senang sekali dengan kemandirian saya dan Alhamdulillah uang tsb bisa untuk membayar PLN, menambah uang kuliah adik saya, juga menambah uang belanja ibu.
Tomorrow, November 9th, 2012 will be the next special moment for me. Bismillahirrohmanirrohim. Biidznillah saya bisa! Aamin.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Alhamdulillah, saya lulus:)
author Lia Dewi @ Monday, April 15, 2013 0 komentar asik
Labels: barrakallah, confession, curhat colongan, duh, dunia, dzikir, guruku, guruku pahlawanku, kuliah, menangis, sekarang, sekolah, there is a rainbow after the rain

Thursday, March 07, 2013

Rumus asmara

Tidak perlu banyak perhitungan dalam mengambil keputusan untuk jatuh cinta.
Tidak perlu banyak alasan untuk jatuh cinta.
Tidak perlu banyak pertanyaan dalam mencari tahu jawaban bagaimana jatuh cinta.
Cukup satu yang di perlu, sebuah rumus.
Kamu + Aku = Kita

author Lia Dewi @ Thursday, March 07, 2013 0 komentar asik
Labels: alasan, cerita, jatuh cinta, perhitungan, pertanyaan, rumus

Tuesday, March 05, 2013

Perfect is..

Sempurna itu bukan berarti punya semuanya.

Punya pekerjaan yang oke? Punya pasangan yang mapan? Punya fisik bagus dan wajah aduhai? Punya sahabat-sahabat yang keren? Punya mobil built-in terbaru? Punya jaket atau sepatu Christian Louboutin edisi autumn dan spring terbaru? Punya kenalan orang terkenal? Atau punya beberapa flat di apartement eksklusif di Jakarta?

Untuk beberapa orang mungkin punya apa apa yang di atas yang saya sebutkan tadi itu bisa di bilang sempurna.

Namun tidak bagi saya.
Sempurna itu adalah di saat sesuatu bisa di terima dan di cintai dengan kondisi yang tidak sempurna.
Klise? Yap. Memang.

Saya tidak punya apa apa. Saya tidak sempurna. Namun ketika dia bisa mencintai saya dengan segala ketidaksempurnaan ini, saat itulah saya menjadi sempurna.

author Lia Dewi @ Tuesday, March 05, 2013 0 komentar asik
Labels: ketidaksempurnaan, sahabat, saya, sempurna, there is a rainbow after the rain

Tuesday, September 18, 2012

Saya kangen sama Bu Guru..


Mata pelajaran favorit saya adalah bahasa asing, terutama adalah bahasa inggris. Berhubung saya bersekolah di sekolah dasar Islam, mata pelajaran bahasa arab juga di pelajari sejak kelas 1.
Samar di dalam ingatan, hanya  1 guru yang mengajar kelas saya dan beliau mengajar semua mata pelajaran. Yap. Mulai dari matematika sampai ke bahasa sunda. Eh ya ya, benar! Bu Lutfiyah Mufidah mengajar semua pelajaran!
Beliau yang memperkenalkan boso londho alias bahasa inggris ke saya. Kalau kata ibuku, bahasa inggris itu luar biasa. "Ibuk iku seneng wi, lek ngerungokno uwong ngomong WAS WES WOS."
Bu Lutfi, dengan anggunnya memperkenalkan saya dengan They, We, I, You. (Di baca Dewiayu biar gampang di ingat).
Sontak seisi kelas ramai men-ciye ciye kan saya yang bernama Dewi dan di bilang ayu atau cantik oleh Bu Lutfi.
Ternyata, jatuh cintanya saya dengan Bu Lutfi cukup sampai di kelas 3 saja karena di gantikan dengan guru lain.
Sewaktu saya kelas 4, Bu Lutfi menikah dengan Pak Suparmin yang berprofesi sebagai satpam RS St. Carolus dan kita di undang!
Setahun kemudian, Bu Lutfi melahirkan anak pertamanya dan saya bersama 6 teman sekelas mengumpulkan uang membeli selimut bayi. Dengan tingkat kesoktauan maksimal, kami bertujuh sampai juga di rumah Bu Lutfi. Rumah petak satu-satunya yang berada di pinggir lapangan dan di samping sawah. Kami yang kebanyakan tinggal di perumahan merasa ada sesuatu yang harus diperbincangkan namun tidak kita bahas.
Sesampai di rumah, saya menceritakan kondisi Bu Lutfi kepada Ibu dan Bapak. Dengan cara yang amat bijaksana, ibu yang dulu adalah guru TK menjelaskan apa itu remunerasi dan kesejahteraan yang seharusnya bisa diperoleh para guru.
Saya yang saat itu berumur 10 tahun dan keterlaluan sok tau ini berkesimpulan: Guru gajinya sedikit.

Alhamdulillah selama di SMP saya di ajar dengan guru yang mampu menghipnotis saya untuk selalu pay attention di jam pelajaran beliau. Lucky me, it is English subject.
Saya secara resmi mencetuskan kalau bahasa inggris adalah mata pelajaran favorit saya dan itu berkat Bu Lutfi.
Kali ini, guru bahasa inggris saya juga perempuan. Namanya Bu Oki. Teman-teman takut sama Bu Oki karena beliau pembawaannya tenang namun tegas. Jadi jangan heran kalau beliau nggak segan buat mengusir murid keluar kelas pas ketauan ngobrol.
Entah kenapa, Bu Oki sering mengajak saya main ke rumahnya. Kalau kata anak-anak sih, saya itu anak emas karena memang selalu yang terbaik di pelajaran beliau. (Ah jadi malu sayah)..
Bu Oki pernah bertanya apa cita-cita saya dan saya jawab sekenanya. Jadi guru.
Bu Oki adalah motivator yang baik karena itu saya jadi lupa dengan kesimpulan masa SD kalau gaji guru itu sedikit.

Di SMA, guru bahasa inggris sayapun menakjubkan. Perempuan pula. Bu Nurhasanah namanya. Beberapa kali saya diikutkan lomba debat bahasa inggris mewakili sekolah.
Pernah satu hari beliau menjelaskan apa itu Sekolah dan Universitas Terbuka.
Selulusnya dari SMA, saya memutuskan untuk mendaftar di Universitas Terbuka jurusan Komunikasi. Saya pingin jadi tourist guide dan penyiar berita. Lagi-lagi saya bimbang apa cita-cita saya.
Namun, IP semester 1 saya cuma 2 koma dikit. Saya iseng main ke rumah Bu Nurhasanah dan curhat masalah IP. Tebak saja! Beliau menyarankan saya alih kredit ke jurusan bahasa inggris.

Dari ketiga guru favorit saya tersebut bisa dibuatkan diagram perbandingan berapa waktu dan tenaga yang di gunakan untuk membuat silabus, mengajar murid-murid yang hobi nawar dengan berapa nominal remunerasi yang di dapat. Apa setimpal?

Yap. Inilah saya. Seorang perempuan berusia 24 tahun yang meninggalkan pekerjaan kantor dengan fasilitas plus kesejahteraan dan memilih menjadi seorang guru bahasa inggris dengan remunerasi seadanya.
Terserah orang mau bilang apa.
Hidup kan pilihan. Namun menjadi guru itu adalah keputusan yang harus di pertanggung jawabkan. Ilmu yang di dapat dan di sampaikan kepada murid-murid itu priceless. Selalu kurang jika berbanding dengan gaji, berapapun itu.

Saya kangen Bu Guru..

author Lia Dewi @ Tuesday, September 18, 2012 2 komentar asik
Labels: #IDberkibar, guruku, guruku pahlawanku, pahlawanku

Tuesday, July 31, 2012

Singapore Trip #Part 2

Sebelumnya, mau kasih tau aja nih. Ada beberapa temen yang minta dibuatin itinerary jalan-jalan ke Singapore.
Dan kalau anda butuh info spot mana aja yang harus di kunjungi di Singapore, boleh kok e-mail ke saya bukananakgaul@gmail.com
Semoga saya bisa bantu. Hehe.

Mulai dengan tempat keren dan gratis dulu yuk!

Changi Airport






Maaf ya kalau fotonya kurang oke. Maklum buru-buru dan cuma pakai handphone.
Kenapa Changi saya bilang keren?
Yap. Good question.
Awalnya ya karena saya senang dengan eskalator horizontalnya.
Di Jakarta mah yang seperti itu cuma ada di SEAWORLD Ancol. Hehe.
Trus lapar? Eh lapar mata apa perut nih?
Kalo lapar perut, langsung lah keluar imigrasi dan ke Burger King berlabel halal di dekat pintu keluar.
Tapi kalo lapar mata sama parfum, nanti dulu.
Pas mau balik lagi ke Indo aja baru belanja.
Beli parfum di duty-free Changi Airport memang recommended! Lebih murah dan ada beberapa yang ga di jual di Indonesia.
Coklat yang di jual per-ons dengan harga yang lumayan. Lumayan mahal buat saya. Cuma 2,5 sampai 4 dollar Singapore per bungkusnya. Ya sekitar 20000-30000 rupiah lah yah. Tapi ada kok yang lebih murah dr itu.
Saya gak pay more attention sama toko coklat tersebut karena udah dapet coklat merlion di Bugis Street.
Yang ini di bahas di Singapore Trip part selanjutnya saja yah;)
author Lia Dewi @ Tuesday, July 31, 2012 0 komentar asik
Labels: main-main, Singapore, travelling, trip

Monday, June 04, 2012

Singapore Trip #Part1

Blogging live from Singapore
Hahaha.
*Lho, kenapa start dengan ketawa dew?
Gapapa. Saya nya lebay aja ngasi kalimat permulaan macem begitu buat postingan.
Iyak. kali ini saya sedang memanfaatkan internet gratis yang di sediakan oleh hostel backpacker yang cihuy ini.
Beralamatkan di jalan Serangoon nomer 624, sebenarnya mudah di temukan.
letak hostel  http://www.thehivebackpackers.com dekat dengan rumah susun Boon Keng.
otomatis juga dekat dong dengan Boon Keng MRT stasiunnya.
Nah, itu dia saudara-saudara, berhubung jalan keluar stasiun MRT tersebut buanyaaak banget, saya gak nemu-nemu cara kesini ituh bagaimana.
percaya gak sih bok,
pas landing pagi tadi di Changi, kan harusnya lempeng aja tuh naik MRT nya kesini,
ya tapi kenapa dah ga tau nih ah, peta setumpuk ini gak gampang di mengerti.
(eh apa saya yang kelewat tulalit ya? haha)
Udah gitu nyerah, nongkrong depan halte nyari bus yang bisa nganterin saya kesini.
Oh iya, buat yang mau backpackeran ke Singapore pertama kali dan bingung mau kemana, check this one out, baby!

Okay. let's begin the itinerary!
Saya harus punya passport. Kalo gak punya paspor di jamin deh gak akan bisa keluar negeri! (Yaiyalah dew).
Udah tau belum bikin paspor itu dimana dan gimana caranya? Nah, kalo itu, tergantung tempat tinggal kamu.
Berhubung saya berKTP Bekasi, saya buatnya di kantor imigrasi tingkat 1 Jakarta Timur.
Letaknya persis sebelah LP Cipinang.
Dulu ituh taun 2009, bikin sendiri cuma 285 ribu lho. Dengan catatan: Ngurus sendiri. Tanpa calo.
Tapi ya gitu deh, 3 minggu berturut-turut mesti dateng kesana baru deh kelar.
Lanjut kakaaakk. Kalo udah punya paspor terus di apain dew?
Ya jangan di jilatin juga kaaakkk...
Punya duit gak? Hehe kalo punya mah langsung aja booking LCC alias Low Cost Carrier dengan tujuan Singapore.
Banyak kok, ada AirAsia, Tiger Airways, Jetstar, dll.
*Gimana dew kalo duit gue kebanyakan?
Oh itu mah terserah saja kalau anda mau naik Garuda Indonesia atau Qatar Airways (berhubung kebanyakan duit, nanggung banget kalo cuma ke S'Pore, sekalian aja sonoh ke Dubai! *yee ngiri tuh*

Kan kan kan udah booking tuh, terserah dah mau via website ataupun ke travel agent.
Nih yah, anggep aja udah hari H dan pesawatnya AirAsia.
Monggo check in di terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, nanti itu, boarding pass dan paspormu bakalan di verifikasi dulu sama orang maskapainya. Kalo bawaannya banyak, brati masuk bagasi.
Yang artinya, bakalan nunggu agak lama nanti buat bongkaran pesawat di Changinya.
Trus kita di suruh masuk ke zona-zonaan di lantai 2. Di cek lagi sama petugas imigrasi.
Oh iyaaa, gak usah panik kalo tas / kopermu di scan, asal jangan bawa benda tajam ya kakaaakk:)

Yah setelah itu juga jangan ngamuk yak, kalo boarding passmu di sobek sama petugas bandara! Karena emang harus gitu. Hahahaha.
Nanti naik shuttle bus nyamperin tempat parkiran pesawat tersebut. Yaudah lah yah terus naik. Jangan bengong di bawah sayap pesawat sambil ngelus-ngelusin pesawatnya. *lah, itu mah gue yak*

Wuzzzzz...
Burung besi tersebut InsyaAllah terbang dengan gagahnya dan selamat.
Sesampai di Changi, langsung aja dah ngantri lagi ke petugas imigrasi.
Tapi terserah juga sih kalo mau duduk-duduk dulu makan Burger King yang ada label halalnya. Eh kenapa di Jakarta kagak ada yak? Nah loh...
Mau beli simcard? Ada Singtel yang bisa di beli di counter bank UOB atau Starhub di sampingnya. Mau tuker uang juga boleh. Ya tapi agak mahal 50 sampe 100 rupiah gitu dah per Sin Dollarnya.

Eh mau naik MRT, Shuttle Bus atau Taxi nih?
Terserah. Tapi enakan MRT, biar skalian banding-bandingin sama KRL Commuter Line di Jakarta.
Yep. Naik shuttle train dulu dari Changi Term1 ke Term2. Soalnya stasiun MRT Changi itu ya di terminal 2.
Beli ticketnya kayak di vending machine (itu loh, mesin cola yang tinggal masukin koin dan pencet-pencet aja)

*Foto menyusul.*

Jadi begini, agak mirip KRL CL lah yah, naik dari Bekasi terus turun di Manggarai abis itu nebeng yang arah Tanah Abang kalo mau turun di Sudirman.
*Dew, kenapa curhat?
Dari Changi MRT turun di Tanah Merah, keluarnya di pintu kiri. Terus tunggu kereta yang jalur ijo kalo di peta. Naik deh tuh... dan turun di Outram Road. Ngoper lagi, yang ke arah Punggol. Tapi turun di Boon Keng.
Nengok dikit, nemu deh The Hive Backpackers yang recommended ini bercat kuning-item bertemakan rumah lebah. *Semoga nasib kalian ga kayak gue yang kesasar sampe Tekka Center*

Check in, mandi, simpen tas / koper di loker dan bersiaplah untuk berpetualang di negara mungil ini. Yihaaaa!!!

*to be continue

author Lia Dewi @ Monday, June 04, 2012 1 komentar asik
Labels: aamin, awesome, backpacker, e-mail, gaul, lovable, main-main, Singapore, singapura, the hive

Saturday, April 28, 2012

My iPod Playlist

Sore ini, saya duduk tepat di depan patung Merlion.
Berfikir keras apakah kamu layak untuk di pertahankan.
Seperti kamu menahanku saat aku mau selesaikan hubungan ini dengan sebuah tanda titik.

Ku nyalakan iPod ku. Memainkan sebuah lagu lama kesukaan guru SD ku di Jakarta dulu, Krisdayanti - Menghitung Hari.
Ah, semakin perih rasanya.
Ku perhatikan seorang anak kecil berusia 3 atau 4 tahun, yah mungkin seumuran anakmu membawa lolipop sedang berlari ke arah Merlion.
Kalau saja kamu mau meninggalkan Kuala Lumpur dan stay bersama anak laki-lakimu yang kamu titipkan ke ibumu di Jakarta, pasti aku tidak akan menggalau seperti ini di sini.
Lagu yang terputar secara acak di iPod touch yang kamu belikan dulu sebagai hadiah anniversary 1 tahun perkenalan kita memainkan lagu dari Rio Febrian - Bertahan.
Lho, tersadar jika lagu-lagu di dalam playlist ini amat sangat penuh dengan sindiran dan nyinyir.
Minggu depan aku kembali ke Jakarta. Bertemu kamu yang katanya mau bicara sesuatu. Penting.
Kamu tau nggak?
Aku belum beli tiket.

Now Playing: Travis - Marry me.
Aku tau kamu mau bicara apa. Beside I know that you are going to propose me..
And in other side I know it suddenly. Yes, it is!
Aku sudah tau sebenarnya kamu kenal dengan seseorang yang ku temui di sekitaran Kampong Glam dan sekarang menjadi teman satu flatku.
Dia Sabine, gadis cantik luar biasa blasteran Jerman-Arab yang memang sudah 5 tahunan tinggal di Singapore.
Dan ternyata kamu bukan hanya sekedar kenal dia, semakin tak percaya dengan perihnya kenyataan saat kusadari alasan mengapa kamu sama sekali tidak mau menemuiku di sini.
Aku sudah tau, Sabine itu mantan istrimu.

Ku matikan iPod menyedihkan ini karena sudah hampir maghrib, aku mau ke Sultan Mosque. Jalan kaki saja, tidak mau naik MRT.
Malu dengan penumpang lain kalau ketahuan aku menangis.
author Lia Dewi @ Saturday, April 28, 2012 0 komentar asik
Labels: iPod, Jakarta, Kampong Glam, Kuala Lumpur, Merlion, MRT, park, Sabine Al-Munaf, Singapore, sultan mosque

Monday, April 16, 2012

This could be a coincidence

Firstly, I know what is the aim to take this way.
The answer is YOU!
Okay, let me explain this thing once more.
You came to me with something that you called love.
To be frank, that time I don't know how to deal with, so I refuse.
Fool me? Yeah. Poor me.





If you read this, you must be know what was in my mind.
Just like that fish boat, either need a sailor to accross the sea or a port to moor, to tie up.
author Lia Dewi @ Monday, April 16, 2012 0 komentar asik
Labels: coincidence, ikan, kapal, kapal ikan, moor, you

Saturday, March 17, 2012

Panitia Pernikahan 2

Ada yang ketinggalan. Hehe.
Buat temen gue, Siti Istia & Prima.
Selamat menikah!
Semoga langgeng. Punya anak yang banyak. Aamin.

Mereka bakal stay di Bali karena sang pengantin pria kerja di Ngurah Rai airport.

Okay. Sekian dari saya.
Sekali lagi SELAMAT!
Semoga jadi keluarga yang sakinah, penuh cinta dan penuh kasih sayang.
Barrakallah.
author Lia Dewi @ Saturday, March 17, 2012 0 komentar asik
Labels: bali, barrakallah, garuda, ngurah rai, panitia, pernikahan, selamat

Panitia Pernikahan

Have a new day, buddy!

Masih pagi ya?
Oh bener.
Saya sedang di rumah teman dan saya masih ngantuk.

Ini adalah pengajian pra-nikah teman saya. Sebenarnya bingung juga ya, dibilang teman tp saya hampir ga pernah ngobrol sejak awal kenal. Punya nomer hapenya pun enggak.
Ya jadi tuh yg mau nikah ini adalah salah satu murid ibu saya dan keluarga si calon pengantin minta tolong supaya saya dan ibu jadi panitia pernikahan.
Yak,tepatnya sih ya,kami berdua (saya dan ibu) pegang kontrol di resepsi minggu depan.
Just to make sure that everything is okay and under control.

Beberapa kali jadi panitia pernikahan tuh rasanya gimana gituh. Apa bakalan jadi seksi sibuk melulu?
Agak gimana deh rasanya. Memang sih umur mereka semua di atas saya. Tapi gimana yah,aduh susah ngungkapinnya.
(Edisi bingung sendiri)

Yang mesti di cross check di resepsi nanti itu sbb:

Standby lebih awal di gedung alias dateng lebih dulu. Berhubung resepsinya itu jam 7 malem, jadi saya harus siap dr dzuhur.
Di sana, ketemu EO dan cek apa apa aja yg di pesan untuk resepsi seperti karpet, jumlah kursi, dan dekorasi.
Agak sorean ketemu sama org Catering, cek semuanya.
Capek? Pasti.
Nah,enaknya pake seragam juga ga yah? Pake aja deh. Soalnya kalo pake baju kondangan biasa, bakal di anggep orang EO atau orang catering. Hahaha
Okay, beberapa jam lagi menuju acara. Saya harus dandan juga siap-siap.

Semoga saya ketemu jodoh yang bener. Aamin.
#NoKlimaks
author Lia Dewi @ Saturday, March 17, 2012 0 komentar asik
Labels: aamin, bingung, jodoh, noklimaks, panitia, pernikahan
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod